Keuntungan Investasi SBR002 Dari Pemerintah Indonesia

Keuntungan Investasi SBR002 Dari Pemerintah Indonesia

Keuntungan Investasi SBR002 Dari Pemerintah Indonesia Yang Sudah Melebihi Target 3 Triliun Rupiah Memang Banyak di Minati Para Investor di Indonesia.

Pemerintah terbitkan SBR002 Rp 3,91 triliun, Kurang Dari 12000 Investor, Dengan Usia Rata2 77.5% Di Atas 40 Tahun. Turunnya suku bunga deposito ikut berimbas terhadap ramainya permintaan saving bond ritel (SBR) seri 002.

Mayoritas pemesan SBR002 berada pada kisaran Rp 5 juta hingga Rp 100 juta atau sekitar 51,3% dari jumlah pemesan. DKI Jakarta mencatat jumlah pemesan mencapai 48,4% dari total jumlah pemesanan, sedangkan wilayah Indonesia Barat selain DKI Jakarta mencapai 44,3% dan di wilayah Indonesia bagian Tengah dan Timur mencapai sebesar 7,3%.

Keuntungan Investasi SBR002 Dari Pemerintah Indonesia

Berdasarkan kelompok umur, jumlah pemesan terbesar berada pada kelompok usia di atas 40 tahun, yakni mencapai 77,5% dari total jumlah pemesan. Kelompok usia ini mencatat volume pemesanan sebesar Rp 3,32 triliun atau sekitar 84,9% dari total volume pemesanan.

Pegawai swasta mencatat jumlah pemesanan 18% dari total jumlah pemesan, sedangkan wiraswasta sebesar 12%, ibu rumah tangga mencapai 9%, PNS 6%, TNI Polri 1%.

Kemudian, kelompok profesi lainnya seperti pegawai otoritas atau lembaga atau BUMN dan BUMD, profesional, pekerja seni, pelajar dan mahasiswa serta pensiunan mencatat jumlah pemesanan sebesar 54%.

Suku bunga deposito turun seiring dipangkasnya tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) untuk bank umum dari 7,5% di posisi Desember 2015 menjadi 7% pada periode Mei 2016.

Diversifikasi Memang Penting, Yah Lumayan Dapat Cashback 1% Dari Bank Bukopin Dari Total Investasi Yang Akan di SBR001.

Apa Sih Yang Di Maksud SBR002

Melanjutkan sukses penerbitan pertama kami instrumen SBR pada tahun 2014, Pemerintah akan kembali menerbitkan SBR seri yang kedua yakni SBR002 yang khusus diterbtikan untuk investor individu Warga Negara Indonesia (WNI). Pemerintah menyadari bahwa dalam rangka memperkuat perekonomian nasional, maka sangat penting untuk mengurangi ketergantungan pada pihak luar dan mewujudkan kemandirian bangsa.

Penerbitan SBR merupakan bagian dari pengembangan instrumen Obligasi Negara kepada investor ritel yang bertujuan untuk memperluas basis investor ritel dan diversifikasi instrumen. SBR tidak hanya menjadi alternatif instrumen investasi bagi masyarakat luas, tetapi juga mendorong peran serta masyarakat dalam pembiayaan pembangunan dalam rangka mewujudkan kemandirian bangsa.

Berbeda dengan ORI yang mempunyai kupon tetap, SBR memiliki kupon mengambang dengan kupon minimal (floating with floor). Tingkat kupon SBR akan dibayarkan tiap bulan dan besarannya akan disesuaikan per tiga bulan sesuai dengan patokan yang digunakan, yaitu tingkat bunga penjaminan LPS untuk bank umum. Tingkat kupon minimal ditetapkan pada saat penerbitan, dan berlaku sampai dengan jatuh tempo. Selain itu, SBR adalah instrumen investasi yang tidak dapat diperdagangkan. Hal ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang berorientasi pada investasi jangka menengah & panjang. Dengan SBR diharapkan kita dapat “Menuju Masyarakat Investasi”.

Investasi Aman, Pesisir Nyaman merupakan tagline yang akan diusung oleh Pemerintah dalam rangka penerbitan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR002 yang mengambil tema tentang Lingkungan Hidup. Sekarang waktunya bagi Warga Negara Indonesia (WNI) untuk dapat berinvestasi sekaligus berpartisipasi langsung dalam pembangunan nasional serta berkontribusi dalam rehabilitasi Hutan Mangrove di Pesisir Pantai Indonesia.

Setiap calon investor dapat memesan SBR002 langsung melalui 24 Agen Penjual yang telah ditunjuk Pemerintah yakni 18 perbankan dan 4 perusahaan sekuritas. Melalui Agen Penjual tersebut, setiap WNI dengan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang masih berlaku dapat melakukan pemesanan SBR.

SBR seri SBR002 diperkaya fiturnya dengan adanya fasilitas pelunasan sebelum jatuh tempo (early redemption) yang dapat dilakukan pada periode yang telah ditetapkan. Early Redemption” merupakan pelunasan pokok SBR oleh Pemerintah sebelum jatuh tempo dengan cara tunai dengan memenuhi ketentuan dan persyaratan yang ditetapkan Pemerintah. Periode early redemption dilakukan mulai tanggal dan ditutup pada tanggal 14 Juni 2017 pukul 09.00 waktu setempat dengan setelmen dilaksanakan pada tanggal 20 Juni 2017.

Dari 24 Agen SBR002

1 Bank ANZ Indonesia
2 Bank Bukopin
3 Bank Central Asia
4 Bank CIMB Niaga
5 Citibank, N.A.
6 Bank Danamon Indonesia
7 Bank DBS Indonesia
8 HSBC
9 Bank Maybank Indonesia
10 Bank Mandiri
11 Bank Mega
12 Bank Negara Indonesia
13 Bank OCBC NISP
14 Bank Panin
15 Bank Permata
16 Bank Rakyat Indonesia
17 Standard Chartered Bank
18 Bank Tabungan Negara
19 Danareksa Sekuritas
20 Indo Premier Securities
21 Mega Capital Indonesia
22 MNC Securities
23 Sucorinvest Central Gani
24 Trimegah Securities

Mengapa Saya Memilih Bank Bukopin Sebagai Agen SBR002.

1. Karena Kakak Saya Pegawai Bank Tersebut, Saya Di Tawarkan Untuk Ikut Investasi Jika Menguntungkan. Saya Pasti Percaya Kakak Saya, Walaupun Banyak Ketidak Cocokan Antara Saya Dengan Kakak Saya Yang Berbeda Karakter Menurut Shio. Karena Tidak Cocok Itulah Menjadi Bahan Perdebatan Yang Membuat Kita Semakin Baik dan Belajar Instropeksi Diri.

2. Karena Ada Cashback 1% Jika Investasi di Bank Bukopin Untuk Pegawai Bank Bukopin, Jadi Saya Pilih Investasi Menggunakan Nama Kakak Saya, Sekalian Money Laundering Uang, Hahaha Emang Uang Saya Banyak Yah, Sekalian Juga Untuk Mengecilkan NPWP. Daripada Ikut Investasi SBR002 Cashback Maksimal Cuman 3 Juta Saja, Itu Syarat dan Ketentuannya 0.1% Dari Total Nilai Investasi Kita, Jadi Investasi 3 Milyar Cuman Dapat Cashback 3.000.000, Mati Aja Dagh. Kalau Di Bank Bukopin Bisa 30.000.000,-, Dasar Otak China!! Begini Kalau Orang Bergolongan Dari O, Hal Detail Yang Lebih Menguntungkan Pasti Dia Ambil. Kayak Beli Barang Di Supermarket Beli Sabun A 300 gr $1 Di Bandingkan Beli Sabung B 1000 gr 2$. Pasti Dia Akan Ambil Yang 1000 gr karena Secara gr / $ lebih murah, padahal dia hanya cukup atau menggunakan Sabun A, Jadi Mubazir Beli Sabun B. Yah Namanya Orang Beda-Beda.

3. Tidak Ada Tawaran Dari Bank Tempat Saya Menaruh Uang, Meski Member Salah Bank Terbesar di Indonesia Dengan Member Prioritas. Saya Tidak Mendapatkan Perlakuan Prioritas Seperti Nasabah Lainnya, Saya Tidak Memiliki Credit Card Bank Indonesia, Credit Card Saya Bank Luar Negeri Semua, Yang Syaratnya Gampang Pakai Banget, Menjadi Nasabah Priority Banking di Luar Negeri Free Fee Credit Card Tahunan.

Sementara itu, SBR002 menetapkan kupon mengambang dengan tingkat kupon minimal 7,5%. Tingkat kupon disesuaikan setiap tiga bulan sekali berdasarkan pada tingkat bunga penjaminan LPS ditambah spread tetap 25 basis poin.

“Sehingga apabila dibandingkan dengan deposito, maka jelas akan lebih menguntungkan SBR dengan situasi dan kondisi saat ini,” ujar Head of Fixed Income Indomitra Securities Maximilianus Nico Demus, Senin (23/5).

Selain itu, edukasi dan sosialisasi SBR002 yang dilakukan oleh pemerintah dinilai jauh lebih baik dibandingkan SBR001. “Pemerintah tidak akan mengulang kesalahan yang sama sehingga lebih giat untuk mengenalkan Saving Bond Ritel agar manfaatnya dapat di rasakan oleh masyarakat,” ujar Nico.

SBR002 diterbitkan dengan nominal Rp 3,91 triliun. Total pemesanan instrumen ini mencapai Rp 3,92 triliun atau lebih tinggi ketimbang penerbitan SBR001 sebelumnya yang berkisar Rp 2,39 triliun.

Pembayaran kupon akan dilakukan pada tanggal 20 setiap bulan. Sedangkan pembayaran Kupon pertama kali dijadwalkan 20 Juni 2016.

Sumber

Investasi Kontan

Pegawai Bank Bukopin

Google

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *