Yom Kippur Hari Asyura Ala Yahudi

Yom Kippur Hari Asyura Ala Yahudi – Yom Kippur (hari penebusan) Merupakan hari pertobatan orang yahudi, dianggap sebagai hari paling suci dan paling religius sepanjang tahun Jatuh pada Tanggal 10 Tisyri Setiap Tahunnya.

Tisyri atau Tishri Merupakan Bulan Pertama dalam Penangggalan Yahudi Nama ini berasal dari bahasa Babel. Dalam Alkitab Ibrani, sebelum pembuangan ke Babel, bulan ini disebut Ethanim.

Sudah tahu kan Tao, Yahudi dan Islam Menggunakan Kalender Berdasarkan Peredaran Bulan Mengelilingi Bumi. Jadi Sepanjang Tahun Kalender Islam dan Yahudi Akan Selalu Sama. Sama Seperti Tahun Baru Islam Yang Tepat Pada Tanggal 2 Oktober 2016, Di Israel New Year Eve Yang Lebih Di Kenal “Rosh Hashana”. Di Rayakan Sebagai Hari Libur Nasional 3 Hari Secara Berturut-turut.

yom-kippur-hari-asyura-ala-yahudi

Di Israel Tidak Mengenal New Year Eve Ala Masehi, Jadi Jangan Heran Jika Tidak Ada Perlakuan Khusus Untuk Hari Libur Nasional Pada Setiap Bulan Januari, Aktifitas Kegiatan Akan Berjalan Normal Jika Jatuh Pada Hari Kerja.

Yom Kippur tepat pada tanggal 12 Oktober 2016, Sama seperti tanggal 10 Muharram 1438 H, Orang Yahudi yang taat beragama selalu merayakannya dengan Puasa dengan cara dan tradisi mereka. Jika dalam Agama Islam di kenal dengan Jika Puasa tasyu’a dan ‘asyuro Lain Halnya dengan Bangsa Yahudi Ini.

Di Israel, Yom Kippur itu adalah hari libur resmi. Tidak akan ada angkutan umum dan semua toko-toko dan bisnis ditutup. Tidak Seperti di Indonesia Yang Menjalankan Islam Setengah-Setengah, Tanggal 10 Muharram di Indonesia Bukan Merupakan Libur Nasional.

Puasa ala Yahudi dimulai sebelum matahari terbenam (disebut ‘tosephet’ Yom Kippur, yang di tambah puasa sehari sebelumya (Kurang Lebih 24 Jam) juga merupakan kewajiban yang tercantum dalam kitab Taurat, dan berakhir setelah matahari terbenam pada hari berikutnya.

Yom Kippur melengkapi masa taubat kepada Tuhan Yahweh Yang Agung mulai dari sepuluh hari dikenal sebagai ‘Days of Awe’ yang di mulai dengan Hari Tahun Baru, musim pertobatan dan doa; untuk meskipun setiap doa bisa diterima di semua tanggal suci tersebut, tapi pada tanggal 10 di Bulan Tishri (Muharram) itu dianggap secara khusus dan doa yang sangat mujarab pada waktu itu.

Jadi Teringat Dalam Ajaran Islam ada Hadist Berbunyi, “Tatkala Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam datang ke Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi melakukan puasa di hari ‘Asyura. Beliau shalallaahu ‘alaihi wassalam bertanya, “Hari apa ini?”. Orang-orang Yahudi menjawab, “Ini adalah hari baik, pada hari ini Allah selamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa alaihis salam berpuasa pada hari ini. Nabi shalallaahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Saya lebih berhak mengikuti Musa dari kalian (kaum Yahudi). Maka beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan ummatnya untuk melakukannya”. (HR. Al Bukhari)

Dan Sampai Saat Ini Umat Yahudi Yang Religius Masih Menjalankan dan Melaksanakan Ibadah dan Tradisi Nenek Moyangnya Yang WAJIB dan Sudah Berjalan Ribuan Tahun Lamanya dengan Berpuasa di Yom Kippur Meski Cara Puasa Mereka Berbeda dengan Kita.

Jadi Masih Mau Meninggalkan Puasa Asyura atau Puasa Pada Tanggal 10 Muharram, Orang Yahudi Aja Mengagungkannya, Kenapa Kamu Umat Muhammad SAW Malas-Malasan Dan Pura-Pura Tak Mau Tahu dalam Mempelajari Agama Islam Yang Kaffah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *