10 Bahaya Facebook Yang Harus Anda Tahu

10 Bahaya Facebook Yang Harus Anda Tahu

10 Bahaya Facebook Yang Harus Anda Tahu – Setiap Kali Orang Yang Baru Pertama Kali MengAdd Sebagai Teman Mereka Selalu Menjudge Saia Seorang Kafir dan Selalu Memandang Remeh Saia Dengan Ilmu Agama Saia Yang Rendah dan Tidak Pantas Untuk Ada. Makanya Saia Memilih-Milih Teman Dalam Pergaulan di Dunia Maya, Saya Tidak Pernah 100% Mengapprove Jika Tidak Kenal Apalagi Tidak Ada Mutual Friend, Jika Tidak Ada Mutual Friend Biasanya Mereka Baik-Baik Meminta Saia Untuk Memessage Bahawa Sanya Minta di Konfirmasi.

Agama Yahudi Orthodok Menjadi Pilihan Saia Untuk Berinteraksi Dengan Dunia Maya, Mengapa Saia Memilih Agama Ini, Karena Ini Adalah Agama Yang Paling Tidak Di Sukai Agama Islam. Saia Ingin Tahu Bagaimanakah Seorang Islam Bertindak dengan Orang Yahudi Orthodok Ini, Apakah Dia Akan Meniru Sifat Nabi Muhammad Yang Ramah Tamah Dengan Yahudi.

Tuhan meminta kepada setiap hamba-Nya untuk senantiasa mencintai dan membenci seseorang karena-Nya bukan semata-mata karena diri atau latar belakang orang tersebut.

Mereka Ingin Tahu atau Sebenarnya Kepo, Tentang Diri Saia di Dunia Maya. Saia Sengaja Memberikan Semua Identitas Palsu 100% di Facebook. Karena Saia Tahu Begitu Bahaya nya Facebook Di Dunia Nyata.

Tetapi Saia Begitu banyak Terima Kasih Yang Telah Berburuk sangka terhadap saia, dengan anda berburuk sangka dan menuduh saia yang tidak-tidak dengan lebih ke arah fitnah. (dosa saia sedikit berkurang dengan orang seperti anda)

Bercengkrama dengan situs jejaring Facebook memang sangat mengasyikkan. Akan tetapi jangan sampai keasyikan ini membuat kamu lengah akan bahaya keamanan yang mengancam, terutama masalah privasi.

Tidak perlu dipertanyakan lagi, semua sudah tahu betapa sedang ngetrennya Facebook sekarang ini. Semuanya seperti sedang berlomba-lomba online 24 jam setiap harinya di situs yang sudah punya 200 juta user di seluruh dunia ini. Online seharian penuh itu paling banyak digunakan untuk berkutat di seputar status.

10 Bahaya Facebook Yang Harus Anda Tahu

10 Bahaya Facebook Yang Harus Anda Tahu, Mau Tahu Bahayanya Silahkan Cek Berikut Ini:

1. Pengelolaan Data
Beberapa kekhawatiran muncul ketika melihat begitu lengkapnya user mengisikan data-datanya. Di antaranya yaitu pencurian data. Hal ini pernah dibuktikan oleh 2 mahasiswa MIT yang berhasil men-download 70 ribu profile Facebook yang menggunakan script otomatis untuk proyek mereka untuk meneliti keamanan Facebook. Data-data ini sempat juga menjadi sengketa antara user dengan pihak Facebook. Masalah muncul ketika syarat dan ketentuan dari situs itu mengalami perubahan dengan hilangnya ketentuan yang mengatakan user dapat menghilangkan apa yang diisikannya kapanpun.

Dengan ketentuan baru ini berarti jika user menghapus account-nya, setiap komentar atau pesan yang ditinggalkan pada halaman teman Facebook-nya tidak ikut hilang. Hal ini sempat menjadi perdebatan sengit sebelum akhirnya diadakan voting yang membatalkan peraturan baru itu. Meski pembatalan ini harus dibuktikan lagi kebenarannya.

2. Postinganmu Menunjukkan Jati Dirimu
Apa yang kamu posting secara langsung menunjukkan siapa dirimu. Jika kamu memposting tentang kebiasaan-kebiasaan buruk seperti minum-minuman keras, maka reputasimu akan tercoreng dan ini sangat merugikan. Survey tahun 2009 yang dilakukan Microsoft menunjukkan bahwa 79% pencari karyawan di Amerika Serikat melihat informasi online tentang si pelamar kerja. Dari 70% yang disurvey mengatakan bahwa mereka menolak lamaran berdasarkan temuan mereka di internet.

3. Postingan Temanmu juga Menunjukkan Jati Dirimu
Apabila ada temanmu yang membicarakan kegiatan kalian semalam di mana notabene tidak pantas, maka jangan ragu-ragu menghapusnya dari wall. Hal Ini Membuat Saya Mengaktifkan Fitur Wall di Facebook Saia.

4. Pihak Ketiga Bisa melihat Profilemu
Informasi pribadi seperti alamat rumah dan nomer telepon sebaiknya dibuat private. Jangan sampai pihak ketiga dengan mudah mengaksesnya dan memanfaatkannya untuk kepentingan yang tidak baik. Biasanya Semua Private Mode, Atau Gunakan Metode Alamat Palsu Mba Ayu Tin Ting.

5. Aplikasi Facebook Membahayakan Privasi
Berhati-hatilah dalam memakai aplikasi Facebook karena aksi ini memungkinkan pihak pengembang aplikasi untuk melihat profilemu secara keseluruhan termasuk apa yang kamu posting. Ada kemungkinan mereka menyebarkan infomu ke pihak lain. Bukan hanya privasimu, privasi temanmu nantinya akan menghadapi risiko besar.

Dengan meng-update setiap saat status, ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungannya kita bisa saling berbagi kabar dengan teman-teman kita setiap saat. Tetapi itu jugalah yang menimbulkan masalah. Dengan terus meng-update status kita maka semua “teman” kita akan mengetahui apa yang sedang kita lakukan dan di mana kita berada. Repotnya “teman” ini bersifat sangat luas. Bisa berarti benar-benar teman kita yang ingin kita bagi tentang status kita, bisa juga seseorang yang memang kita kenal tetapi sebenarnya tidak perlu kita bagi status kita dan teman hasil add sembarangan untuk sekedar memperbanyak daftar teman kita. Apabila tidak diset dengan benar maka akibatnya privasi kita bisa terganggu. Contohnya bila Anda sedang membolos kerja dengan alasan sakit. Anda pasang status untuk teman-teman Anda, “Asyiknya sedang jalan-jalan”. Teman Anda mungkin bisa tertawa-tawa lihat status ini, tapi apa jadinya kalau bos Anda yang sudah jadi teman di Facebook Anda ikut membacanya?

6. Iklan (ads) Facebook Bisa Mengandung Malware
Jangan sembarangan mengklik iklan di Facebok karena tidak semuanya bersih dari program jahat (malware).

7. Profilemu Bisa Dilihat Semua Orang
Sampai kamu megatur settingan privasi, semua orang akan bisa melihat profilemu. Usahakan untuk mengecek privacy setting setiap bulan guna memastikan privasimu aman. Seperti Contohnya Saia Adalah Lulusan Universitas Ternama di Afrika Selatan, Apakah Kamu Akan Tahu Data Saya Di Universitas Itu, Terlebih Lagi Data Universitas Saya dengan Class Internasional Menyebabkan Mudah Bocor dengan Menampilkan Nama Asli Saja di Universitas Tersebut, dengan Nama Unik Bahasa Indonesia, Pasti Kamu Tahu.

8. Fotomu Mengindentifikasi Dirimu
Pelaku scam (scammer) bisa dengan mudah melacak atau mengidentifikasi kamu via foto yang kamu posting. Utak-atik settingan privasi agar hanya orang-orang yang ada dalam kontakmu saja yang bisa melihatnya. Pernah Donk Lihat Bom Paris, Yang Katanya Pelakunya Orang Islam Keturunan Maroko. Ternyata Datanya di Ambil Oleh Pihak Pengebom Bunuh Diri, Jangan Suka Pamer Selfie Juga.

Dengan adanya data-data pribadi berikut foto-fotonya yang ada di halaman profile, maka itu semua rawan diambil oleh pihak-pihak lain yang bisa mengakses profile tersebut. Parahnya lagi semua itu bisa disalahgunakan untuk membuat suatu situs baru yang berisi data-data pribadi tersebut. Situs palsu itu seolah-olah dibuat langsung oleh user Facebook yang datanya dicuri tersebut. Jika niat si pencuri itu jelek maka tentunya situs itu akan ditambah dengan informasi-informasi untuk menjelek-jelekkan user yang bersangkutan. Hal semacam ini dikenal dengan sebutan impersonation yang tentunya sangat merugikan. Belum lagi untuk mengurus situs ilegal ini juga cukup repot. Untuk meminta penghapusan situs dan data-data milik kita yang disalahgunakan tersebut harus mengikuti beberapa prosedur yang memakan waktu lumayan lama.

9. Username Juga Membahayakan
Jika tidak ingin scammer melacakmu via username, sebaiknya tidak usah menggunakan nama asli. Nama Asli di Dunia Maya Saia Adalah Asli di Dunia Maya. Dan Nama Lengkap Saia di Dunia Nyata Tentunya Asli, Jadi Bedakan Nama Asli di Dunia Maya dan Di Dunia Nyata Yah.

10. Mengumbar Lokasi Bisa Mengundang Risiko
Jangan mengumbar keberadaanmu di Facebook karena ini sangat berisiko. Pencurian rumah atau pengintaian (cyberstalking) bisa terjadi saat kamu memberitahukan lokasi di mana kamu berada. Hati-Hati Akan Hal Ini.

Ikuti petunjuk berikut ini agar Anda tetap bisa menggunakan Facebook dengan aman:

1. Jangan cantumkan data yang terlalu detail. Memang bukan berarti kita harus mengisi kolom nama saja, tetapi usahakan mengisi secukupnya. Usahakan jangan mengisikan nomor telepon, alamat rumah dan alamat lainnya, kecuali kalau tujuan Anda untuk promosi perusahaan yang dimasukkan dalam Facebook. Jangan sampai profil Anda terisi begitu detail sampai ke hal-hal yang pribadi. Ingat Anda bukan sedang membuat Curriculum Vitae untuk melamar kerja. Semakin lengkap profil Anda, semakin banyak data yang rawan disalahgunakan.

2. Upload foto-foto yang sewajarnya saja. Dalam arti, jangan memasang foto-foto yang terlampau pribadi dan hanya cocok Anda tunjukkan ke orang-orang tertentu saja. Untuk foto semacam ini kirimkan saja langsung ke teman lewat email. Dengan memasukkannya ke Facebook, berarti foto itu kemungkinan besar akan bisa tersebar luas, entah disebarkan oleh teman Anda sendiri atau diambil oleh pihak-pihak lainnya. Sekali foto yang salah tersebar, akan sangat sulit menariknya dan mengetahui siapa yang menyebarkannya.

3. Era banyak-banyakan teman seperti saat Friendster baru berkembang sudah berakhir. Jangan membabi-buta melakukan add friend atau menerima invite orang yang tidak dikenal. Usahakan hanya melakukannya pada orang yang sudah menjadi teman dari beberapa teman Anda. Lihatlah jumlah mutual friends. Semakin banyak jumlahnya berarti semakin banyak teman Anda yang mengenalnya. Lebih baik lagi hanya menerima friend requests dari orang yang Anda kenal langsung. Cocokkan dengan search alamat emailnya. Menambah teman dengan account yang tidak jelas asal usulnya berpotensi akan mengundang virus, karena ada virus yang langsung menyerang begitu Anda menerima invite dari account yang mengandung virus.

4. Selektiflah menerima tag photo. Kalau tidak suka melihat kita di-tag di suatu foto segera lakukan untag atau meminta yang meng-upload foto itu untuk menghapusnya.

5. Ubahlah setting default dari Facebook, karena setting awal ini terlalu terbuka untuk umum. Aturlah privacy dan security-nya agar aman bagi Anda.

6. Jangan sembarangan memilih Groups dan Pages. Karena yang membuatnya adalah pihak ketiga, kebenaran penawarannya tidak bisa dijamin. Banyak Groups dan Pages yang hanya berupa spam.

7. Jangan gunakan password yang terlalu sederhana agar tidak mudah diterobos pihak yang tidak bertanggung-jawab. Tapi pilihlah yang mudah diingat oleh Anda agar Anda tidak kesulitan sendiri waktu menggunakannya.

8. Selektiflah menerima invite install aplikasi. Ingatlah sebagian besar aplikasi ini bukan dibuat oleh Facebook dan berpotensi mengambil data-data Anda tanpa izin. Terima aplikasi hanya dari sumber terpercaya.

9. Jangan membuka luas-luas akses pada informasi pribadi Anda, batasi hanya untuk teman-teman Anda

10. Jangan sembarangan melakukan posting komentar. Karena itu semua sangat mungkin dilihat oleh umum.

11. Jika memungkinkan, gunakan tanggal lahir yang palsu. Hal ini dikarenakan adanya aplikasi-aplikasi yang tanpa sepengetahuan user akan menunjukkan data-data pribadi Anda ini pada umum.

12. Berhati-hatilah mengisi informasi tentang pekerjaan Anda. Hindari menuliskan informasi tentang atasan Anda, karena kemungkinan besar atasan Anda tidak akan suka namanya dicantumkan seperti itu.

13. Jangan sembarangan dalam menuliskan pernyataan dan pandangan yang bersifat pribadi. Karena itu bisa digunakan oleh pihak-pihak yang tidak menyukai Anda untuk melawan dan menyerang Anda.

14. Begitu menemukan data Anda diambil dan digunakan oleh pihak lain tanpa sepengetahuan dan izin Anda, segera laporkan ke pengelola situs tempat data Anda disalahgunakan. Agar lebih cepat mintalah bantuan teman yang lebih mengerti untuk menyelesaikan masalah ini.

Saran setting privacy dan security untuk account Anda:
Untuk bagian Privacy Setting ada di menu Settings pada bagian kanan atas halaman Facebook.

1. Privacy Settings-Profile

a. Bagian tab Basic:

Bagian yang perlu diset nilainya menjadi Only Friends: Profile, Basic Info, Personal Info, Status Updates, Photos Tagged of You, Video’s Tagged of You, Friends, Wall Posts (membuat teman kita untuk posting di Wall Anda, hilangkan tandanya jika Anda tidak mau), Education Info dan Work Info.

b. Bagian tab Contact Information :

Bagian yang perlu diset nilainya menjadi Only Friends: IM Screen Name, Mobile Phone*, Other Phone*, Current Address*, Website dan Email Address.
* = demi amannya lebih baik tidak diisi.

2. Privacy Settings-Search

a. Bagian Search Discovery:

Search Visibility tetap diset dengan Everyone, karena kalau tidak diset untuk semua orang maka teman-teman Anda akan kesulitan menemukan Anda di Facebook.

b. Bagian Search Result Content:

Lebih baik yang tercentang hanya A link to add me as a friend dan A link to send me a message. Default-nya Facebook memperbolehkan semua orang yang mencari Anda bisa melihat semuanya termasuk foto profile dan daftar teman-teman Anda. Dua bagian ini terutama foto profile rentan disalahgunakan.

c. Bagian Public Search Listing:

Untuk amannya hilangkan tanda centang di bagian ini. Jika tercentang berarti profile Facebook Anda bisa dicari oleh semua orang (meski bukan user Facebook) lewat search engine dan dikumpulkan oleh program Bot/Robot yang bekerja mengumpulkan data secara otomatis.

3. Privacy Settings–News Feed and Wall

a. Bagian tab Actions within Facebook:

Demi privasi Anda di bagian ini hilangkan tanda centang di pilihan Change relationship status (di bagian The Highlights section on your friends’ home pages can include your Recent Activity. Allow Highlights to show my activity when I..) , Remove profile info dan Add a friend (keduanya ada di bagian Recent Activity will appear on your Wall when you edit your profile. Also show Recent Activity when I..).

b. Bagian tab Social Ads:

Gantikan pilihan dari Appearance in Social Ads ke No one agar Anda tidak mendapatkan iklan dari Facebook.

4. Privacy Settings-Applications

Masuk ke tab Settings untuk mengaturnya. Pada pilihan yang paling atas pilihlah Do not share any information about me through the Facebook API. Hal ini cukup penting karena ketika teman Anda mengizinkan suatu aplikasi untuk mengakses informasinya, aplikasi itu juga bisa mengakses informasi dan data Anda. Kalau aplikasi itu tidak aman atau memang bertujuan jelek maka data Anda kemungkinan bisa disalahgunakan. Pada bagian Facebook Connect Applications centang pilihan Don’t allow friends to view my memberships on other websites through Facebook Connect, agar keamanan dari aplikasi lain yang Anda gunakan tetap terjaga. Sedangkan untuk bagian Beacon Websites, centang pilihan Don’t allow Beacon websites to post stories to my profile, agar Facebook tidak menyebar post ke dalam Profile Anda.

Setelah mengatur untuk Privacy Settings saatnya Anda melihat lagi isi dari Profile Anda. Bagian ini dapat ditemukan di menu Profile yang ada di bagian kiri atas halaman utama Facebook. Kemudian klik tab Info dan klik lagi di Edit Information. Coba periksa lagi apakah ada data-data pribadi yang rawan disalahgunakan jika diketahui oleh orang lain. Hal ini terutama untuk alamat dan nomor telepon.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *