Bus Internasional Phnom Penh Kamboja Vientiane Laos

Bus Internasional Phnom Penh Kamboja Vientiane Laos

Bagaimana Cara Jalan-Jalan Menggunakan Bus Internasional Phnom Penh Kamboja – Pakse, Vientiane Laos Indo China Asia Tenggara.

Laos Merupakan Negeri Ke 12 Yang Saia Injak di Luar negeri. Sebelum Bulan Puasa, Saia Berkesempatan Mengunjungi Negeri Seribu Gajah Yaitu Laos (Lengkuas), Negeri Ini Tidak Memiliki Lautan Dalam Hal Pertahanan Militer, Semua Negara Ini Berbatasan Langsung Dengan Negeri-Negeri Indochina. Thailand, Cambodia, Vietnam, China dan Myanmar.

Ongkos Bus Phnom Penh – Vientiane Ini Terbilang Mahal Yaitu 51.75 USD Jika Kamu Membelinya di Terminal dekat Central Market, Phnom Penh, Jika Kamu Membelinya di Orang Travel Maka Kamu Bisa Mendapatkan Charge Yang Lebih Mahal.

Bus Internasional Phnom Penh Kamboja Vientiane Laos

Sebelum Pergi, Saia Menukar Uang USD Ke LAK (Laos Kip) di Money Exchange Central Market. Saia Kaget Mendapatkan Harga LAK Murah 1 USD = 9000 LAK, What The Hell Saya Lihat Google 1 USD = 8014 LAK, Ini Kok Bisa Dapat 9000 LAK, Mungkin Lagi Eror Kali Yang Jual, Tapi Alhamdulillah, Saia Cuman NUkar 50 USD = 450.000 LAK. Untung 50.000 LAK Buat Beli MAkan di Warung Bangladesh di Laos.

Tiba Hari Dimana Saia Berangkat Ke Vientiane Tanpa Persiapan Sama Sekali, Bus Melaju Pukul 06.45 Waktu Kamboja. Saia-pun Bergegas Menuju Terminal Bus Dari Jam 06.00 Jalan Dari Apartemen Indah Kami di Daerah Russian Market Yang Jaraknya Hampir 5 km.

Kebiasan Orang Indonesia dengan Kamboja Hampir Sama, Yaitu Jam Karet. Bus Kami Berangkat Pukul 07.30 Waktu Kamboja, Tidak Seperti Bus Mekong Ekspress, Giant Ibis, atau Kumho Yang Tepat Waktu, PPS Sorya Transport Memang Terkenal dengan Sistem Transportasi Manajemen Yang Paling Buruk di Kamboja. Tapi Apalah Daya, Tuhan Berkehendak lain Saia Harus Menggunakan Bus Ini Karena Tidak Memiliki Option Lain.

Bus Phnom Penh Kamboja – Vientiane Laos Di Dominasi Bule-Bule Cantik dan Ganteng Yang Ingin Liburan Ke 4000 Island. Dari Phnom Penh Ke 4000 Island Juga Menggunakan Bus Ini, Kemudian Para Pedagang Borongan dari Vientiane, Mahasiswa Laos Yang Study di Ibukota Cambodia. Seperti Saia Sendiri, Di Kira Warga Laos Yang Sedang Menjalankan Study Di Kamboja dengan Muka Lao-nya. Memang Susah Memiliki Wajah Asian Yang Dapat di Terima Di Negara Asia Mana Saja. Lalu Ada Mahasiswa National Singapore University Yang Melakukan Backpacking Ke Ibukota Laos.

Dua Jam Pertama Bus Berjalan Normal dan Tanpa Hambatan, Setelah Itu Kita Memiliki Perjalanan Yang Mendebarkan Kalau Tidak Mau di Bilang Ekstrim. Tiba-Tiba Suasana Dalam Bus Menjadi Panas, Sudah Menjadi Petanda Buruk, Bus Kami Mengalami Masalah AC, Sehingga Kami Kepanasan Dalam Bus. Oiya Dalam Bus Gak Ada Toiletnya Lho. Jadi Siapin Botol Aqua Untuk Kencing, LoL. Kalo Kamu Bisa Tahan Bus akan Berhenti Selama Dua Kali Jam 10.00 dan Jam 14.00 Di Area Restoran Sekalian Makan.

Ingat Semua Makan Disana Haram Rata-Rata, Pork Is The Best, Akhirnya Saia Memilih Menjadi Fruitarian Makan Buah-Buahan Saja, Di Mulai Dari Kersem, Mangga, dan Nanas. Gila Hidup Sehat Di Mulai Dari Sekarang.

Ac Bus Mulai Tidak Berfungsi Ketika 2 Jam Sampai Perbatasan, Gila Suasana Menjadi Ekstream Seperti di Kutub Utara Kalau Lagi Musim Panas. Keringat Bercucuran Bule-Bule Pada Kepanasan. Untungnya Saia Sudah Biasa Menggunakan Bus Dengan Kondisi Seperti Ini, Ini Berkat Pengalaman Dulu Ketika Masih duduk di Bangku SMA dengan Menggunakan Bus Antar Kota Antar Provinsi Tanpa AC, Jadi Tidak Terlalu Banyak Mengeluh.

Jam 17.00 Waktu Kamboja, Akhirnya Kita Sampai di Border Kamboja, dan Border Laos. Oiya 1 Jam Sebelum Sampai Kondektur Bus Menawarkan Jasa Visa Bagi Yang Tidak Memiliki Visa Laos, Fee Visa Plus 5 USD. Jadi Misal Kamu Warga Negara China Visa Kamu Yang Resmi Hanya 20 USD + 5 USD Jadi Kamu Membayar 25 USD.

Puji Tuhan Indonesia Termasuk Salatiga Negara Yang Masuk Dalam List Negara Bebas Visa Untuk Laos. Oiya, Kita Pahami Budaya Kamboja dan Laos Dulu Yang Untuk Hal Border, Budaya Disini Boleh Menerima Uang Tips dari Turis. Jadi Saya Beri Masing-Masing 1 USD di Masing-Masing Border, Kalau Kamu Gak Ngasih. Biasanya Passport Kamu di Lama-Lamain. And Ga Usah Ribut Di Negeri Orang Lain Degh, Kasih 1 USD Sekalian Nyumbang Dan Amal Jariyah Saat Travel Kenapa? Toh Shodaqoh Juga Memberi Tolak Bala Saat Perjalanan, Kata Bapak Ane Dulu, Kalau Setiap Pergi-Pergi Ke Luar Kota Pasti Memberikan Sumbangan Meski Nilainya Sedikit, Yang Penting Ikhlas Gan.

Saia Juga Sering Melihat Warga Negara Indonesia Di Internet Ribut Soal Pemberian Tips 1 Dollar Ini di Imigrasi, Saia Hanya Geleng-Geleng Kepala Aja, Sudah Bisa Keluar Negeri, Masalah 1 Dollar Saja Masih Perhitungan.

Border Kamboja Masih Sederhana, Seperti Border di Kamboja Poipet Menggunakan Bambu, Tapi Di Dalamnya Sudah di Lengkapi dengan Komputerisasi Canggih, Berbanding Terbalik dengan Border Laos Yang Keren Banget di Banding Border Indonesia Malaysia di Kalimantan.

1 Jam Setelah Border, Bule-Bule Cantik Di Turunkan Secara Paksa Dari Kendaraan Menggunakan Van Menuju 4000 Island, Kemudian Kami Melanjutkan Perjalanan Menuju Pakse.

Jam 19.45, Kami Mengganti Bus Dari Pakse Ke Vientiane Laos Menggunakan Sleeping Bus Ala Thailand. Jam 20.00 Bus Melaju Kota-Kota Terpencil Laos Menuju Vientiane Laos.

Sebenarnya Saia Mau Melihat Kota Savannakhet, Laos. Kota Savan Vegas Casino 999 Yang Terkenal dengan Casino Wah Ala Laos, Tapi Apa Daya, Mata Tidak Kuat Dan Sudah Sampai Kota Selanjutnya Ketika Saia Bangun Jam 01.00 Dini Hari, Kemudian Saya Tewas Lagi Untuk Memberikan Energi Esok Hari. Perjalanan Kami Di Sertai Hujan Ala Laos, Katanya Lagi Musim Hujan Disana Kalo Bulan Juni.

Jam 6.00 Pagi Kenapa Tiba-Tiba Bus Berhenti Cukup Lama, Saia Kira Toilet Atau Restaurant, Nyatanya Bus Kami Mengganti Ban Karena Gembos, Akhirnya Saia Turun Untuk Cuci Mata, Dan Membuang Hajat Kecil di Ladang-Ladang Warga Laos.

Setelah Itu Bos Kembali Melanjutkan Perjalanan, 2 Jam Lagi Sampai Vientiane Menurut Maps.me Saya Tidak Menggunakan Internet di Kota Ini alias Tidak Pasang Roaming HP.

Kiri Kanan Ku Lihat Semuanya Tanah Merah Dan Ladang Hijau, Seperti Perjalanan Saia Dulu Dari Perbatasan Indonesia Ke Pontianak Persis Banget, Jalananpun Masih Sering Masih Ada Tanah Merah.

Jam 7.30 Akhirnya Sampai Juga di Southern Bus Terminal of Vientiane, Baru Kali Ini Muka Gue Kagak Jadi Sasaran Tukang Ojek or Tuktuk Laos. Gue Keluar Terminal Menggunakan Ojek Gue Bilang Ke Mixay (Daerah Turis Laos) Dengan Membayar 30000 Kip.

Baca Juga 5 Jam One Day Tour di Viantine Laos Di Artikel Baihaqi Selanjutnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *