Miqat Antara Mekkah dan Madinah Terlebih Dahulu

Miqat Antara Mekkah dan Madinah Terlebih Dahulu

Umrah Backpacker Memang Sangat Murah, Mana Kota Tujuan Anda Mekkah atau Madinah Terlebih Dahulu Saat Melakukan Ibadah Umroh di Tanah Suci.

Perdebatan Demi Perdebatan di Utarakan Kepada Calon Umrah Backpacker, Pertama Calon Umrah Backpacker Merasa Kurang Nyaman Jika Umrah di Nomer Duakan Jika Mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Karena Melanggar Miqat. Miqat secara harfiah berarti batas yaitu garis demarkasi atau garis batas antara boleh atau tidak,atau perintah mulai atau berhenti, yaitu kapan mulai melapazkan Niat dan maksud melintasi batas antara Tanah Biasa dengan Tanah Suci.

Miqat Antara Mekkah dan Madinah Terlebih Dahulu
Miqat Antara Mekkah dan Madinah Terlebih Dahulu

Sewaktu memasuki Tanah Suci itulah semua jama’ah harus berpakaian Ihram dan mengetuk pintu perbatasan yang dijaga oleh penghuni – penghuni surga. Ketuk pintu atau salam itulah yang harus diucapkan Talbiyah dan keadaan berpakaian Ihram.

Menurut Wikipedia Miqat Antara Mekkah dan Madinah Terlebih Dahulu

Miqat terdiri dari dua jenis :

  • Miqat Zamani (ﻣﻴﻘﺎﺕ ﺯﻣﺎﻧﻲ) – batas yang ditentukan berdasarkan waktu:
  • Bagi haji, miqat bermula pada bulan Syawal sampai terbit fajar tanggal 10 Zulhijah yaitu ketika ibadah haji dilaksanakan.
  • Bagi umrah, miqat zamani bermula pada sepanjang tahun pada waktu umrah dapat dilakukan.
  • Miqat Makani (ﻣﻴﻘﺎﺕ ﻣﻛﺎﻧﻲ) – batas yang ditentukan berdasarkan tempat:
  • Bagi mereka yang tinggal di Makkah, tempat untuk ihram haji adalah Makkah itu sendiri (rumah sendiri). Untuk umrah ialah keluar dari tanah haram Makkah yaitu sebaiknya di Ji’ranah, Tan’eim atau Hudaibiyah.
  • Bagi mereka yang datang dari sebelah timur seperti Indonesia, Malaysia, Singapura dan kebanyakan negara Asia lain, tempatnya adalah di Yalamlam (ﻳﻠﻣﻠﻢ) atau Jeddah (ﺟﺪﻩ).
  • Bagi yang datang dari barat seperti Mesir, miqatnya di Juhfah (ﺟﺤﻔﻪ).
  • Bagi yang datang dari selatan seperti Yaman, tempat untuk berihram adalah Qarnul Manazil (ﻗﺮﻦﺍﻠﻣﻨﺎﺯﻝ).
  • Bagi yang datang dari Madinah, tempatnya di Dzulhulaifah Bir Ali (Abyar ‘Ali) (ﺫﻭﺍﻟﺣﻠﻴﻔﻪ ﺍﺑﻳﺎﺭ ﻋﻠﻲ).
  • Bagi yang datang dari bahagian Iraq pula adalah di Dzatu ‘Irq (ﺫﺍﺕ ﻋﺮﻕ).

Memang Saat Kita Melakukan ibadah Haji Kloter Pertama Mendarat di Bandar Udara Internasional Prince Mohammad bin Abdul Aziz. Jadi Tidak Melewati Batas Miqat. Dan Jamaah Kloter-Kloter Terakhir Mendarat di Jeddah Dan Melakukan Umrah atau Haji.

Subhanallah dengan Adanya Tiket Promo Murah dari Air Asia Kita Dapat Mendarat di Jeddah. Perdebatan Demi Perdebatan di Utarakan Kepada Calon Umrah Backpacker, Pertama Calon Umrah Backpacker Merasa Kurang Nyaman Jika Umrah di Nomer Duakan Jika Mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah Karena Melanggar Miqat Karena Hal Ini.

Lalu Bagaimana Umrah Backpacker Kalau Kita Pergi Ke Madinah Terlebih Dahulu, Apakah Syah Atau Tidak Karena Kita Tidak Ke Jeddah? Baihaqi Zhai Tidak Berani Mengambil Keputusan Yang Seperti Ini Karena Banyaknya Aliran-Aliran yang Ada di Bumi Pertiwi Kita. Dalam Hadist “Sesungguhnya Nabi sallallahu alaihi wa sallam menentukan miqat penduduk Madinah, Dzulhulaifah, untuk penduduk Syam, Al-Juhfah, untuk penduduk Najad, Qarnul Manazil dan untuk penduduk Yaman, Yalamlam. Beliau bersabda, ‘Tempat-tempat ini berlaku bagi mereka dan bagi orang yang datang lewat tempat tersebut, meskipun bukan penduduknya. Bagi orang yang ingin melakuan haji dan umrah. Dan barangsiapa yang (tinggal) sebelum miqat, maka (ihramnya) dimulai dari keluarganya (rumahnya). Bahkan termasuk penduduk penduduk Mekkah, memulai (ihram haji) dari Mekkah.” (HR. Bukhari, 1524 dan Muslim, 1181)

Yang Dapat Saia Ambil Dari Hadist Itu Adalah “Bagi orang yang ingin melakuan haji dan umrah” Jadi Kalau Niatnya Mau Ke Kota Lain di Saudi Arabia, Seperti Dammam Madinah atau Yang Lainnya. Tidak Mengambil Miqat Tidak Apa-Apa. Tapi Ada Pendapat Lagi “Tapi bukankah niat kita beli tiket untuk ke JEDDAH dll adalah umrah dan judulnya aja umrah otomatis kita ke sana akan umrah bukan?” Lalu Bagaimana Nasib TKI Kita Yang Bekerja di Arab, Selain Ingin Mendapatkan Nafkah tidak Jarang Mereka Memiliki NIAT untuk UMRAH Bukan? Mereka Ada NIAT Tapi Tidak Tahu Kapan Akan Melaksanakan Umrah Itu Jika Di Ijinkan oleh Majikannya. Nah Ini Bisa di Jadikan Contoh Bagi Yang Tetap Kukuh Dengan Pendiriannya, Akan Tetapi jika tetap Kalau Landing di Jeddah Harus Melaksanakan Umrah, Boleh Sesuaikan dengan Group Yang Satu Ideologi, Aliran Yang Ada.

Karena Umrah Backpacker Mengajarkan Kita Untuk Dapat Menerima Pendapat Orang Lain, Contohnya Saat Kita Umrah Ada Yang Menggunakan Kaos Kaki Saat Sholat Tapi Aliran Kita Tidak Menerima Itu dengan Ajaran Yang Kita diajarkan Semasa Kecil, Toh Pada Intinya Kita Tidak Mempermasalahkan Itu.

Yuk Kita Pilih Mekkah atau Madinah Terlebih Dahulu saat Berada di Saudi Arabia? Mari Kita Chek Keuntungan Kita Saat Landing di Jeddah Kemudian Baru Jalan-Jalan Ke Madinah

  • Kewajiban Sudah Terpenuhi, Niat Umroh dari Tanah Air Sudah Di Lakukan dengan Baik.
  • Lebih Banyak Melakukan Umrah, Karena Tenaga Masih Banyak.

Selain Ada Kelebihan, Umrah Dahulu di Mekkah Juga Ada Kekurangannya Seperti Berikut;

  • Umrah Pertama Tenaga Sudah Habis, Karena Kita Melakukan Perjalanan Satu Malam Belum Lagi Kalau Ada Terbang dari Daerah ke Jakarta. Jadi Butuh Waktu Dua Hari Selama Di Jalan. Kasihan Para Anggota Orang Tua Jika Melakukan Perjalanan Seperti Ini.
  • Kesabaran Ekstra, Tahu Donk Saat Umrah Tidak Boleh Marah dan Berbuat Hal Yang Terlarang, Saat di Jeddah Baihaqi Zhai Hampir Kehilangan Kesabaran Karena Banyaknya Cobaan yang Menimpa, Seperti Koper Member Berada di Terminal Internasional, Antrian Imigrasi Yang Panjang. Jadi Butuh Kesabaran Ekstra Jika Kamu Umrah Dahulu.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *