Pendapat Warga Republik Rakyat China Tentang Indonesia

Baihaqi Zhai dan Mark Warga Negara Chinese

Apa Kata Mereka dan Pendapat Warga Republik Rakyat China Tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia? Pertanyaan Yang Cukup Menggelitik Bathin Saia Sebagai Pelancong Independent di Negeri Panda.

Berawal dari Backpacker China Wisata Kota Nanning, Guangxi Perjalanan Yang di tempuh menggunakan Kereta Api China Ini Menghantarkan Saia Ke Youth Hostel Murah di Kota Nanning. Ingat Muka Chinese Peranakan Yang Saia Miliki Membawa Saia Ke Takdir Akan Keberuntungan dan Kesenangan Sendiri. Pemilihan Teman Sekamar oleh Pihak Hostel dengan melihat fisik muka, menjadikan saia terlibat dalam gumulan kawula muda Chinese-Chinese Totok Yang Sedang Backpacker.

Mark sapa dengan lembut “Ni Hao, xxx xxx” Jawab Saia dengan Sigap “Wo bu Zhidao Shuo Zhungguo”. Langsung Beralih Menggunakan Bahasa Inggris Seadanya. “Hello You Look Like Chinese But You Cannot Say Chinese”. Menggerutu Dalam Hati “Hahaha” Lanjut Dia Berbicara “Where Are You From?” Saya Timpal Menggunakan Mandarin Sederhana Yang Sudah di Persiapkan dalam Kursus Bahasa Mandarin Singkat Sewaktu Perkuliahan”Yinni Ren”(Orang Indonesia). Suasana Langsung Diam Tanpa Suara Melanjutkan Aktifitas Masing-Masing.

Yuhuuu!!! Jam 19.00 Waktu Beijing, Tidak Ada Kegiatan Yang Bisa di lakukan selain nongkrong di Lounge Hostel ini. Banyak Muda-Mudi Chinese Bernyanyi, Bermain Pool, Mencari Informasi untuk Backpacking Selanjutnya Ke Kota Lain. Saia Yang Mencari Informasi Tentang Kegiatan Apa Yang Besok Menarik Untuk Di Lakukan.

Jumpa Lagi dengan Mark, Mark Sedang Asyik Menandai Tempat-Tempat Yang Menjadi Tujuan Besok Hari. Dia Akan Menjelajah Negara Vietnam, Kamboja, Thailand, Kemudian Flight Ke Hong Kong dan Melanjutkan Ke Provinsi Suzhou Tempat Asal Dia. Kita Kembali Berdiskusi, Kebetulan Nyambung Karena Saia Pastinya Expert Sekali dengan Negara Vietnam, Kamboja dan Thailand. Sampai Tiba-Tiba Saia Bertanya Kepada Dia, “Mengapa Kamu Tidak Mau Mengunjungi Indonesia? Padahal Indonesia Bagus?” Sambil Memancing Pertanyaan Pendapat Warga Republik Rakyat China Tentang Indonesia

Jawaban Yang Tidak Terduga dan Membuat Saia Kaget Adalah “Saya Suka Indonesia Akan Tetapi Orang Indonesia Tidak Ramah dengan Orang China, Itu di Buktikan dengan Kejadian Tahun 1998. Banyak Etnis China Meninggal, Toko-Toko di Rampas, Terjadi Kasus Pemerkosaan, Sampai Etnis-Etnis China Meminta Suaka Untuk Kembali Ke China Daratan. Saya dan Anak Muda Chinese Lainnya di berikan Sejarah Kelam oleh Pelajaran Sejarah Ketika Masih Duduk di Bangku Sekolah. Seandainya Saja Waktu Dapat Terulang, Pemerintah Republik Rakyat China dan Muda-Mudi China Akan Menyiapkan Tentara untuk Menyelematkan Etnis China Ketika Itu dan Perang Terhadap Negara Indonesia” Ujarnya Dengan Nada Tidak Berdosa dengan kata-kata bahasa inggris yang terbata-bata.

Saya Harus Jawab Apa?  Bagaimana Ini Saya Adalah Orang Indonesia? Sedang di Negara Adidaya China? Jawab Saya dengan Polos “Wow, Benar Begitu. Ada Pelajaran Sejarah Tentang Masa Kelam Indonesia Membantai Etnis China Tahun 1998. Bagaimana Saya Menjelaskannya? Saya Juga Adalah Seorang Chinese Keturunan dan Memiliki darah China Juga? Saya Mengerti Tentang Kejadian Itu? Usia Saya Ketika Itu Masih Sangat Muda dan Menyaksikan Hal Yang Sama. Ketika itu Saya Hanya Diam di Rumah. Tentunya Rumah Saya Aman dari Gerombolan Massa Penjarah, Karena Ayah Saia Adalah Seorang Chinese Peranakan Yang Sudah Membumi dengan Masyarakat Sekitar. Penjarah Biasanya Menjarah Chinese Yang Menutup Diri dengan Masyarakat Sekitar. Saudara Saia-pun Terkena Dampak Penjarahan Toko-Tokonya. Tapi untuk Saat ini Chinese Indonesia sudah atau enggan mempermasalahkan kejadian Tahun 1998 Karena Akan menjadi Kenangan Yang Memilukan Yang Membekas dalam Hati” Jawab Saia dengan Nada Sok Bijaksana.

Baihaqi Zhai dan Mark Warga Negara Chinese
Baihaqi Zhai dan Mark Warga Negara Chinese

Tapi Mengapa Chinese Menjadi Sasaran Tersebut?” Tanya Dia, Semakin Dia Antusias Mengenal Lebih Dalam Tentang Negara Yang Menjadi Tempat Lahir Baihaqi Zhai. “Sepanjang Yang Saia Tahu Tentang Itu Adalah, Etnis-Etnis Lain Merasa Iri Tentang Keberhasilan Etnis China dalam Membangun Sebuah Bisnis”

Saya Jadi Ingat Tentang Quote Orang China Begini

KAMI datang dalam kemiskinan, anda sudah tiba sejak nenek moyang anda berada.
KAMI duduk dibawah terik matahari menunggu dagangan kami, disaat anda meminta bagian anda utk uang “keamanan”
KAMI menghitung saving dan expense keluarga kami, disaat anda menghitung apa yang bisa anda belanjakan dengan uang anda.
KAMI berusaha mencari apa yang bisa kami jadikan uang, ketika anda sedang berusaha mencari apa yang bisa dijadikan barang.
KAMI rela makan nasi 1 kali sehari demi masa depan, disaat anda menuntut makan 3 kali sehari.
40 TAHUN BERLALU
-KAMI menikmati apa yang telah kami perjuangkan, disaat anda berkata “China sialan, nguasain negara gueee”
-KAMI menikmati liburan setiap tahun ke luar negeri,disaat anda ribut akan kenaikan harga sembako.
-KAMI bersyukur atas hasil kerja keras kami disaat anda sedang mengutuk negeri ini.
-KAMI bercerita tentang bagaimana indahnya hidup ini, ketika anda bercerita tentang pahitnya hidup saat ini.
-KAMI berpikir makan apa besok, ketika anda berpikir apa besok makan.
-SAAT kami menikmati puncak kesuksesan, anda menyalahkan kami atas kemiskinan keluarga anda.
-SAAT kami masuk ke pintu ruang pabrik kami, anda datang meminta bagian atas apa yang telah kami perjuangkan
-KAMI tahu kami hanya numpang, tapi kami tahu bagaimana kami berjuang dalam kerasnya hidup menumpang.
-KAMI berusaha, uang bukan jatuh dari langit.

Kini anda yangg meratap mengapa negeri ini penuh dengan kami yang berada diatas, KAMI bukan sombong, kami bukan membenci anda, tapi kami ingin hidup seperti apa yang nenek moyang kami ajarkan,

Saya Jadi Ingat Tentang Orang Tua Yang Selalu Menasehati Saya untuk ”JANGAN MEMINTA, TAPI BERUSAHA”. Dari Kecil Saya Sudah di ajarkan Wira Usaha Sendiri. Umur 4 tahun Saia Sudah Bisa Menghasilkan Uang Jerih Payah Sendiri, Saya Memetik Buah Belimbing dari Kebun Sendiri Sering 2 sampai 5 kg Kemudian di Jual Ke Pasar dan Saia Mendapatkan Uang 5000 IDR Pada Tahun itu, Uang 5000 IDR Ketika Emas Masih di Harga 60.000 IDR/ Gram Sangat Besar Bukan. Kemudian Menjual Kelapa Ke Pasar, Kebetulan Kebun Kelapa Sekali menghasilkan Kelapa Hampir 500-1000 Buah Setiap Bulannya, Tidak Salah Saia Suka Memanfaatkan hal itu, Saia Selalu Mendapatkan Imbalan dari Hasil Membantu Memetik dan Mengangkat Pohon Kelapa Ke Pedagang Kelapa di Pasar Tradisional Losari. Tentunya Orang Pasar Melihat Saia Adalah Anak Chinese Yang Rajin(Sok Iye Banget), Sampai Saia Selalu di Beri oleh Chinese Yang Berjualan di Pasar Memberikan Jajanan Kepada Saia. Waduh Masa Kecil Yang Sangat Bahagia Ketika Itu, Bisa Berjualan Sendiri. MEMINTA adalah Nomer Sekian, Karena Saia Tahu Kondisi Keluarga Yang Tidak Memungkinkan untuk Terlalu Banyak Menuntut. Tapi Nenek Selalu Memberi Apa Yang Saia Inginkan, Meskipun Uang 500 IDR saia selalu kumpulkan sedikit demi sedikit.

Pohon Belimbing

Sampai Tabungan Saia Hampir 100.000 IDR Saya Rela Untuk Pergi Ke Kota Cirebon dengan jarak 30 km untuk membeli Nintendo(Permainan Anak Zaman 1990). Keluarga Panik Kenapa Saia Belum Pulang dan Akhirnya Saia Pulang dengan Membeli Nintendo ini dengan Hasil Tabungan.

-KAMI berkorban untuk anak cucu kami, kami berjuang dari kemiskinan sampai kemakmuran,
-KAMI tdk meminta dengan gratis, kami membayar apa yang harus kami bayar, Inilah kami orang Tionghua!!

5 thoughts on “Pendapat Warga Republik Rakyat China Tentang Indonesia

  1. Mantep gan.. share lagi pengalamannya gan,,, tertulis expert banget vietnam… nah .. ulasan tentang cewe-cewe vietnamnya dong…. hauhauhuuah

  2. Disitulah saya merasa iri dengan orang tionghoa, mereka memiliki semangat kerja keras yg tinggi, di Indonesia saya belum pernah mnemui orang tionghoa yang miskin, rata-rata memiliki toko sendiri. walaupun dari luar rumahnya sederhana, tapi dalamnya bisa dikatakan WAH!! Banyak temen saya yang chinese dan mereka sudah diajarkan untuk berwirausaha sejak dini. satu lagi yang saya suka dari peranakan chinese, orang tuanya biasa saja, tapi anaknya bisa cantiiik dan ganteeeeng sangatzz!! apalagi dengan mata sipitnya, ngegemesiiin!!

  3. Terima kasih banyak sudah share cerita ini.
    Post ini menguatkan hati saya.

    Kata-kata Mark: “Seandainya saja waktu dapat terulang, pemerintah Republik Rakyat China dan muda-mudi China akan menyiapkan tentara untuk menyelamatkan Etnis China ketika itu” membuat saya menangis. Saya kira tak ada yang peduli..(peristiwa ini juga tidak banyak diketahui secara internasional)
    Jika memungkinkan, tolong sampaikan “terima kasih banyak” padanya.

  4. Terima kasih banyak sudah share cerita ini.
    Post ini menguatkan hati saya.

    Kata-kata Mark: “Seandainya saja waktu dapat terulang, pemerintah Republik Rakyat China dan muda-mudi China akan menyiapkan tentara untuk menyelamatkan Etnis China ketika itu” membuat saya menangis. Saya kira tak ada yang peduli.. (peristiwa ini juga tidak banyak diketahui secara internasional)

    Jika memungkinkan, tolong sampaikan “terima kasih banyak” padanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *