Tradisi Sembahyang Umat China Konghucu Kamboja

Klenteng Shan Tai Zi Kamboja

Mengenal Tradisi Sembahyang Umat Konghucu Keturunan Chinese di Negara Kamboja. Sebagai Seorang Cina Keturunan Anda Wajib Tahu Bagaimana Sembahyang Terhadap Sang Leluhur Yang Sudah Mendahului Kita?.

Umat Konghucu di Kamboja Memang Relatif Sedikit, Penduduk Khmer Rata-Rata Lebih Menganut Kepada Budha Teravadha di Bandingkan Dengan Menganut Ajaran Taoisme dan Konghucu Itu Sendiri Yang Bercampur dengan Ajaran Sang Budha Seperti Budha Maitreya.

Meskipun Begitu, Sebagian Iman Umat Konghucu Tidak Mudah Patah Semangat. Pada Hari Ini Tangal 6 Januari 2015 Kita Berkesempatan Travelling dan Sembahyang di Salah Satu Chinese Temple Terkenal di Kandal Province, Terletak di  Pinggir Kota Phnom Penh. Meski Tidak Sempat Untuk Sembayang Cap Go, Karena Sudah Tanggal 16 Sesuai dengan Penanggalan Chinese. Kalau di Islam Masih Tanggal 15 Rabiul Awal Yah.

Baihaqi Zhai Foto Klenteng Kamboja

Seperti di Kutip Dalam Wikipedia “Di dalam agama Khonghucu, bersembahyang diartikan sebagai bentuk komunikasi antara manusia dengan para leluhur, shen ming (roh suci) dan TIAN (Tuhan Yang Maha Esa). Di dalam melakukan persembahyangan selalu ada persembahan yang disajikan seperti buah-buahan, lauk pauk, penganan berupa kue, dan hewan kurban. Semuanya itu merupakan simbol atau lambang yang penuh dengan makna. Bentuk dan jenis persembahan itu berbeda-beda, tergantung kepada siapa mereka melakukan sembahyang. Waktu bersembahyangpun diatur pada waktu-waktu yang telah ditentukan, misalnya untuk sembahyang kepada leluhur (almarhum) biasanya dilakukan setiap tanggal 1 dan 15 Imlek/Yinli, Qing Ming, tanggal 15 bulan 7 (Imlek/Yinli) dsb. Sembahyang kepada para Shen Ming biasanya dilakukan pada hari ulang tahun /See jit (Sheng ri) shen ming yang bersangkutan.

Foto Klenteng Cambodia
Foto Klenteng Cambodia

Sedangkan sebahyang kepada TIAN (Tuhan YME), pada umumnya dilakukan pada tiap tanggal 1 dan 15 (Imlek/Yinli), Jing Tian Gong (tgl.8 malam bulan 1), malam menjelang pergantian tahun (Tahun Baru)dsb. Umat Khonghucu selalu bersembahyang kehadapan TIAN terlebih dahulu sebelum melakukan sembahyang kehadapan para leluhur atau para Shen Ming.Misalnya, ketika mereka bersembahyang dirumah terlebih dahulu ia menghadap keluar pintu rumah bersembahyang kepada TIAN. Demikian pula ketika mereka bersembahyang di Kelenteng (Bio/Miao), pertama mereka akan menghadap ke altar TIAN terlebih dahulu,baru mereka akan bersembahyang kehadapan altar para Sheng Ming yang ada di dalam Kelenteng tersebut.

Foto Klenteng Kamboja di Kandal Provinsi
Foto Klenteng Kamboja di Kandal Provinsi

Umat Khonghucu menggunakan dupa (hio/xiang) dan lilin ketika melakukan sembahyang. Dupa (hio/xiang) mengandung makna ‘harum semerbak’, segala doa, permohonan,dan harapan yang keluar dari hati yang tulus itu bermohon agar diberkahi oleh Yang Maha Kuasa diiiringi harum dupa yang semerbak. Sedangkan lilin sebagai penerangan jiwa dan batin kita, sebagai pelita dalam menjalani kehidupan ini. Khonghucu (Kong Zi) berkata, “Ketika bersembahyang kehadapan leluhur, merasakan seolah-olah mereka berada dihadapan kita. Demikian pula ketika bersembahyang kehadapan Gui Shen, rasakan pula akan kehadirannya”. “Kalau Aku tidak melakukannya sendiri, Aku belum merasa sudah bersembahyang. Didalam upacara duka, lebih baik ada rasa sedih yang benar daripada merepotkan peralatan upacara”. “Barang siapa yang berbuat dosa kepada TIAN, tiada tempat untuk memohon doa”.

Foto Klenteng Kamboja Sembahyang Chinese
Foto Klenteng Kamboja Sembahyang Chinese

Bagi sebagian Umat Tionghoa, sembahyang kepada Thian atau Tuhan Yang Maha Esa dapat dilakukan setiap hari di rumah masing-masing; yakni pada pagi hari saat akan memulai aktivitas dan pada malam hari. Tetapi ada waktu-waktu sembahyang khusus yang dilakukan di Klenteng atau tempat ibadah lainnya (Dao Guan, Wihara atau Li Thang), yakni setiap Ce It dan Cap Go (Sembahyang tanggal 01 dan 15 penanggalan Imlek). Seperti apa sembahyang Ce It (初一) dan Cap Go (十五) ini? Berikut ulasan singkatnya yang berhasil Baihaqi Zhai Rangkum dalam Artikel Mini Ini.

Foto Klenteng Kamboja
Foto Klenteng Kamboja

1. Apa yang di maksud dengan sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Upacara Tradisi Sembahyang CeIt dan Cap Go adalah sembahyang yang dilakukan kepada Thian atau Tuhan Yang Maha Esa; kepada Dewa- Dewi (sin beng) kepercayaan Tionghoa; dan kepada leluhur atau keluarga yang telah meninggal.

2. Siapa yang wajib melakukan sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Di Indonesia sendiri, sembahyang Ce It dan Cap Go dilakukan oleh setiap masyarakat keturunan Tionghoa yang menganut agama leluhur (Tao, Kong Hu Cu, dan Buddha? (saran masukan)); dan hal ini juga dilakukan oleh masyarakat yang menganut agama-agama diatas yang berada di berbagai belahan dunia. Akan Tetapi Umat Konghuchu Dewasa Ini enggan Beribadah kepada Thian.

Klenteng Shan Tai Zi Kamboja Kandal Province
Klenteng Shan Tai Zi Kamboja Kandal Province

3. Kapan upacara sembahyang Ce It dan Cap Go dilaksanakan ?

Sembahyang Ce It dan Cap Go dilakukan setiap tanggal 01 dan tanggal 15 kalender Imlek. Kalender Imlek berasal dari kata Mandarin “YIN LI” [阴历] yang berarti penanggalan kalender berdasarkan pergerakan bulan, karena tanggal 1 adalah bulan baru dan tanggal 15 pasti merupakan bulan purnama.

4. Dimana sembahyang Ce it dan Cap Go dilakukan ?

Sembahyang Ce It – Cap Go dapat dilakukan pada siang atau malam hari di rumah masing-masing umat; juga dapat pergi bersembahyang di kelenteng-kelenteng atau Tao Kwan.

Klenteng Shan Tai Zi Kamboja Wisata
Klenteng Shan Tai Zi Kamboja Wisata

5. Mengapa harus sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Banyak alasan umat dalam melakukan sembahyang. Utamanya adalah seperti memohon kekayaan, kedudukan, kesehatan, umur panjang dan keturunan; Juga untuk bersosialisasi atau berkumpul bersama dengan umat lainnya jika melakukan sembahyang ke klenteng-klenteng. Bagi umat Kong Hu Cu, pada hari sembahyang Ce It dan Cap Go dilakukan sembahyang terhadap leluhur/orang tua sebagai tanda wujud bakti.

6. Bagaimana tata cara sembahyang Ce It dan Cap Go ?

Jika sembahyang dilakukan di kelenteng-kelenteng biasanya sembahyang dengan 1 atau 3 batang dupa di setiap arca/patung Dewa/i dan kepada Thian/langit. Jika sembahyang dilakukan di rumah yang memiliki altar, ini tergantung adat kebiasaan masing-masing. Yang utamanya (simple nya) adalah menyediakan 5 macam buah-buahan beserta permen/manisan dan 5 cangkir teh. Kadang ada juga yang menambahkan kue ku, kue lapis, kue mangkok, atau kue-kue lainnya tergantung kebiasaan masing-masing.

Shan Tai Zi Temple Cambodia
Shan Tai Zi Temple Cambodia

7. Sembahyang di Klenteng Shan Tai Zi, Kamboja

Populasi Negara Kamboja Merupakan Campuran Etnis Khmer, Cina, dan Vietnam. Jadi ada juga banyak kuil-kuil Cina dan Vietnam yang dibangun untuk ini kelompok etnis, terutama di Phnom Penh. Kota ta Khmao adalah kota provinsi Provinsi Kandal, yang sangat dekat dengan kota Phnom Penh. Ada banyak keluarga Cina dan Vietnam yang tinggal di kota Ta Khmao. Ada sebuah kuil Cina terletak sejak lama. Orang-orang setempat disebut Lok Ta Ta Khmao, orang selalu berdoa di Lok Ta untuk kesehatan dan sejahtera. Kuil ini sangat ramai pada hari tahun baru Cina.

Klenteng Shan Tai Zi Kandal Provinsi
Klenteng Shan Tai Zi Kandal Provinsi

Bagi Para Backpacker Indonesia Tidak Ada Salahnya Untuk Berkunjung Ke Klenteng Ini, Selain Menjadi Tempat Peribadatan Umat Konghucu Tempat Ini Juga Ramai di Datangi Oleh Turis Khususnya Chinese People (Bukan Rasis Yah). Tempatnya Indah dan Menarik dengan Arsitektur Yang Khas Tiongkok.

Namun, Ta Khmao memiliki klenteng lain yang baru dibangun kecil yang terletak di sudut sisi sungai, yang selalu menarik mata pengunjung yang lewat. Kuil atau candi yang disebut Klenteng Shan Tai Zi. Itu dibangun sejak tahun 2000, tapi masih terlihat sangat baru dan sangat menarik karena desain bangunan. Di dalam Klenteng terdapat patung Dewa Muda China atau sering umat konghucu sebut sebagai Shan Tai Zi. Klenteng ini banyak sekali orang-orang berdoa Khususnya masyarakat Cina dan juga dari kota Phnom Penh. Sang Thian di sini adalah terkenal untuk memberkati untuk bisnis yang sukses dan penyembuhan penyakit.

Klenteng Shan Tai Zi Kamboja
Foto Baihaqi Zhai di Klenteng Shan Tai Zi Kamboja

Hai Para Chinese Indonesia Yang Sedang di Kamboja dan Memiliki Pekerjaan di Kamboja, Tidak Ada Salahnya mengunjungi RumahNYA untuk Sekali-Kali Beribadah KepadaNya, Rezeki dan Kesehatan Anda Siapa Yang Berikan Jika Bukan Darinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *