Tips Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank Yang Tepat

Panduan Tips Bagaimana cara memilih deposito bank Yang Tepat Agar Lebih Menguntungkan Dana Anda,  Deposito merupakan instrumen investasi dengan resiko yang kecil. Melalui investasi / tabungan deposito berjangka, Anda dapat menjaga nilai pokok dari uang yang Anda investasikan. Hal ini berbeda dengan instrumen investasi dalam bentuk saham dan investasi obligasi, dimana ada kemungkinan nilai pokok dari kedua investasi tersebut dapat berkurang. Nilai pokok obligasi sangat tergantung dari pergerakan suku bunga. Ketika suku bunga bergerak naik, harga obligasi bergerak turun. Begitu pula halnya dengan harga saham, yang juga tergantung pada kondisi pasar. Setiap kali terjadi ketidakstabilan politik dapat menyebabkan perubahan harga saham biasa berupa penurunan harga saham. Artikel Kali Ini Membahas Tentang Tips Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank Yang Tepat.

Deposito merupakan produk bank sejenis tabungan yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Berbeda dengan tabungan biasa, dana yang disetorkan untuk deposito tidak bisa ditarik oleh nasabah dalam jangka waktu tertentu. Di Indonesia sendiri, deposito menjadi pilihan masyarakat dalam menginvestasikan dananya. Apalagi bunga pada deposito lebih tinggi dibandingkan dengan tabungan biasa.

Tips Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank Yang Tepat

Pengertian deposito Sendiri Merupakan sejenis produk investasi / tabungan yang ditawarkan oleh bank kepada masyarakat. Kelebihan tabungan deposito adalah tingkat suku bunga bank yang diberikan lebih besar daripada produk tabungan biasa namun uang yang telah disimpan hanya boleh ditarik nasabah setelah jangka waktu tertentu. Deposito biasa dikenal juga sebagai deposito berjangka.

Dalam mendepositokan dana ini, tentu saja harus mencari bank yang tepat. Lalu bagaimana cara mengetahui bank yang tepat untuk deposito Anda?

Berikut adalah beberapa 10 Tips Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank Yang Tepat, yang dihimpun dari berbagai sumber yang ada, di antaranya:

  1. Reputasi Bank Hal Utama. Pastikan bank yang akan Anda pilih memiliki reputasi yang bagus. Bank tersebut harus  memenuhi standar keseharan dari Bank Indonesia, serta memberikan pelayanan yang memuaskan. Selain itu, bank tersebut juga harus bisa memberikan tingkat bunga deposito yang kompetitif bahkan Tinggi.
  2. Ayo Bandingkan Bunga Deposito. Bunga deposito tentunya menjadi hal yang harus Anda pertimbangkan. Bandingkanlah bunga deposito yang ditawarkan setiap bank. Bank dengan penawaran bungan deposito tertinggi bisa menjadi pilihan deposito terbaik Anda.
  3. Waspadalah Terhadap bunga tinggi. Namun Anda juga berhati-hati bila satu bank menawarkan bunga di atas tingkat suku bunga penjaminan Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS). Karena, Peraturan Bank Indonesia hanya memperbolehkan bank untuk memberikan bunga deposito maksimal atau di bawah besaran suku bunga penjaminan LPS. Bila suatu bank memberikan bunga lebih tinggi dari LPS, bisa jadi ini berarti bank tersebut sedang tidak seaht dan membutuhkan dana.
  4. Fitur Yang di Berikan. Perhatikan Juga Fitur Yang di Berikan Oleh Bank-Bank Yang Menyediakan Deposito Tersebut, Apakah ada Fasilitas perpanjangan deposito secara Otomatis (Automatic Roll Over / ARO). Ini Memudahkan Transaksi Anda.
  5. Waktu Deposito. Beda waktu deposito berarti juga berbeda besaran bunga yang ditawarkan. Karenanya, Anda harus memutuskan terlebih dulu berapa lama deposito Anda. Biasanya waktu deposito berkisar antara 3 bulan, 6 bulan, satu tahun, hingga 2 tahun. Setelah memutuskan jangka waktu ini, baru Anda bisa bandingkan bunga antar bank.
  6. Mengenal Jenis Deposito. Suatu Bank Menawarkan Jenis-Jenis Deposito Yang Berbeda-Beda, Ada Yang Memberikan Bunga di Depan Seperti Bank CIMB Niaga dengan Produk Niaga Ekstranya. Dan Ada Juga Jenis Bank Yang Memberikan Bunga di Belakang.
  7. Syarat dan Ketentuan Deposito. Bandingkanlah persyaratan yang diberikan oleh bank untuk membuka deposito. Sebaiknya pilih yang memberikan syarat mudah. Syarat yang banyak dan rumit tentunya akan menyusahkan Anda, bukan.
  8. Biaya Tambahan Deposito. Biasanya bank tidak membebankan biaya administrasi untuk deposito. Namun, sebaiknya Anda pastikan bahwa bank calon tempat Anda menaruh deposito benar-benar tidak membebankan biaya administrasi. Serta pastikan juga apakah akan ada biaya pinalti jika Anda berniat untuk mengambil dana deposito lebih cepat dari wakti yang disepakati.
  9. Jangan mudah tergiur promo.Promo Pemberian Handphone dan Lain Sebagainya. Meskipun menggiurkan, tapi sebaiknya jangan mudah tergiur tawaran undian berhadiah. Utamakanlah faktor kesehatan bank.
  10. Manfaat Tambahan dari Deposito. Cari Keuntungan Mengapa Menggunakan Deposito Bank Tersebut Contohnya, Apakah Deposito Tersebut Dapat di Jadikan Jaminan atau Tidak

Semoga bermanfaat bagi Anda. Setelah Mengenal Tips Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank Yang Tepat, Ayo Kita Lanjut dengan Pembahasan Kelebihan dan Kekurangan Deposito Bank. Salah satu keuntungan deposito adalah suku bunga yang lebih tinggi daripada suku bunga yang ditawarkan oleh rekening tabungan biasa. Selain itu, minimnya resiko kehilangan uang juga menjadi alasan tersendiri mengapa instrumen investasi ini kerap menjadi primadona bagi kebanyakan orang.

Tidak berbeda dengan instrumen investasi pada umumnya, deposito pun juga tidak luput dari kekurangan. Lalu apa saja sebenarnya yang menjadi keuntungan dan kerugian deposito?

Keuntungan Deposito

(+) Suku bunga lebih tinggi dibandingkan rekening tabungan biasa. Pemilik deposito dapat mengharapkan imbal hasil (return) yang lebih baik jika dibandingkan menyimpan uangnya di dalam rekening tabungan.

(+) Meskipun tidak memiliki fleksibilitas dalam hal akses atau penggunaan uang, namun beberapa bank di Indonesia telah memberi kemudahan agar bunga deposito dapat disimpan atau di-transfer ke rekening yang diinginkan. Jadi, pemilik deposito masih dapat menerima pendapatan rutin dalam bentuk pembayaran bunga pada interval waktu tertentu, bulan, per-empat bulan, per-enam bulan atau per-tahun.

(+) Deposito adalah instrumen investasi yang (relatif) paling aman, jika dibandingkan dengan menempatkan uang di pasar saham, valuta asing, properti atau instrumen investasi lain yang mengandung resiko tinggi. Hal ini dikarenakan pengetahuan analisis yang rumit tidak diperlukan, seperti (misalnya) jika melakukan perdagangan valuta asing (forex) yang terkenal fluktuatif (harga dapat naik atau terjun bebas dalam waktu singkat, hitungan jam, menit, bahkan detik).

(+) Selain aman dari resiko fluktuasi pasar, deposito di Indonesia juga dilindungi oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), dengan catatan, bank bersangkutan tercatat sebagai anggotanya. Pemilik deposito tidak perlu khawatir jika sewaktu-waktu bank penerbit kolaps atau mengalami kebangkrutan. LPS menjamin dana setiap nasabah hingga Rp 2 miliar dengan suku bunga maksimal 7,5% di setiap bank.
Kerugian Deposito
(-) Meskipun deposito adalah instrumen investasi yang (relatif) paling aman, namun imbal hasil (return) yang sanggup diberikan juga terbilang paling rendah di antara semua instrumen investasi lainnya.

(-) Pendapatan dari bunga deposito akan menjadi tidak berarti jika dihadapkan pada kenaikan laju inflasi (kenaikan harga-harga secara umum di pasar). Sebagai catatan, tingkat inflasi pada bulan Maret 2013 di Indonesia telah menembus angka 5,9%. Padahal rata-rata suku bunga deposito yang umum saat ini (juli 2013) hanya berkisar antara 3,5% hingga 5,5%. Hal ini masih belum memperhitungkan potongan pajak sebesar 20% bunga bagi deposito di atas Rp 7,5 juta.

(-) Tidak ada upaya apapun yang dapat dilakukan untuk meningkatkan nilai investasi, dikarenakan tidak adanya kesempatan bagi pemilik deposito untuk terlibat secara langsung dalam pengelolaannya.

Keuntungan Deposito Vs Kerugian Deposito

Dari pemaparan keuntungan dan kerugian deposito di atas, sebenarnya dapat ditarik satu kesimpulan bahwa deposito bukanlah sebuah instrumen investasi yang mampu memberi imbal hasil (return) menarik, terlebih jika harus dihadapkan pada laju inflasi yang cenderung setia mendaki dari waktu ke waktu.

Meskipun hasil yang diperoleh tidak seberapa, namun deposito sangat cocok bagi mereka yang sangat sensitif terhadap resiko. Setidaknya, para pemilik deposito tidak harus dipusingkan dengan ancaman fluktuasi pasar yang siap menggerus simpanan pokok. Selain itu, dengan terkuncinya simpanan uang, sedikit banyak akan membantu menahan nafsu belanja akibat pengeluaran-pengeluaran yang cenderung tidak penting alias boros.

Terima Kasih Telah Membaca Artikel Saia Yang Berjudul Tips Bagaimana Cara Memilih Deposito Bank Yang Tepat, Semoga Bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *