Ide Membangun Kota Cirebon Lebih Baik

Cirebon Adalah Kota Dimana Saia Sendiri Hidup Dalam Jangka Waktu 17 Tahun, Meski Saia sendiri di lahirkan di Kabupaten Brebes, Kecintaan Akan Dualisme Kewarganegaraan Antara Brebes dan Kota Cirebon Masih Ada. Mimi yang Asli Orang Cirebon, dan Bapak Yang Asli Orang Losari, Brebes. CInta Akan 2 Kota Ini Tentunya tidak Akan Memudar.

Mengapa Saia Lebih Condong Ke Kota Cirebon, Karena Persamaan Bahasa dengan Kecamatan Losari, Brebes Sendiri. Losari Meski Terletak dalam Kabupaten Brebes dan Provinsi Jawa Tengah Tapi Adat dan Bahasa mereka lebih ke Kota Cirebon. Orang Losari Kalo Bilang Saia “Isun” sama dengan orang Cirebon Lainnya, Jika Orang Brebes Bilang Saia “Inyong”. Tentunya Perbedaan Budaya ini Mesti di Atasi dengan Baik.

Sedari Kecil Saia Sudah Hafal Jalan-Jalan di Kota Cirebon karena terbiasa di ajak Bapak pergi mengajar di institusi Islam di Kota Cirebon. Jalan-Jalan Kota Cirebon Memang Terbilang Susah Bagi Kebanyakan Orang Karena Banyak One Way (Perboden). Orang-orang dari Kota Lain Cenderung Hanya Melintasi Kota Cirebon Sebagai Kota Transit dari Bandung dan Jakarta Menjadi Cirebon Kota Yang Tak Pernah Mati Oleh Perkembangan Zaman.

Ide Apa Yang Ingin Saia Realisasikan untuk Membangun Kota Cirebon Menjadi Lebih Baik, dan Menjadi Kota Terbaik di Indonesia Bahkan di Dunia Agar Masuk NewSeverWonder City.


1. Transportasi

Sarana Transportasi, Memang Menjadi Kendala Utama Bagi Sebuah Kota Besar. Saat Ini Kota Cirebon Hanya Memiliki Angkot-Angkot BerWarna Biru Telur Asin, Mungkin dengan Adanya Bus-Bus Dalam Kota Akan Membuat Lebih Nyaman dan Aman Bagi Masyarakat Kota Cirebon Sendiri. Sarana Transportasi Antar Kecamatan dari Losari – Ciwaringin – Indramayu Lebih di Perhatikan Untuk Mendongkrak Perekonomian Daerah Terpencil. Di Bangunnya Monorail / MRT Projek dari Kota-Kota Sekitar Cirebon Menjadi Perhatian Utama Terutama Pemberhentian di Daerah-Daerah Wisata Seperti Keraton, Pantai, Objek Wisata di Kuningan.

Perlahan Tapi Pasti, Projek MRT Brebes-Cirebon-Kuningan-Indramayu-Majalengka Adalah Projek Besar dan Harus Segera di Laksanakan untuk Membangun Perekonomian Kota Cirebon. Dan Pembangunan Falisitas Publik Transportasi Lain Yang Lain Agar Lebih Terhubung dengan Baik. Aspal-Aspal Kota Sampai Daerah Harus Menggunakan Hotnik Semua, Jalanan Yang Buruk Mencerminkan Kota Tersebut tidak dapat menata diri dengan baik.

Untuk Bandara Cirebon Airport Sendiri, Mungkin Cirebon Tidak Perlu, Karena Letaknya Terlalu Berdekatan dengan Bandara Internasional di Majalengka, Bandara di Majalengka Akan Menjadi Salah Satu Gerbang Internasional Kota Cirebon Sebagai Kota Terbaik di Dunia dengan Terhubungan MRT dari Bandara Majalengka Ke Kota Cirebon.

Dengan Tidak Adanya Bandara Menyebabkan Tata Kota Yang Lebih Rapi, Tidak Hiruk Pikuk Pesawat Lalu Lalang, dan Tentunya Membuat Kota Cirebon Terlihat Lebih Asri.

Bandara Soekarno Hatta Adalah Gerbang Kedua Internasional untuk Kota Cirebon Karena Jarak Tempuh Yang Cukup Singkat, CGK – Gambir – Cirebon Kota, Jika Tidak Macet Bisa di Tempuh dengan Kereta Argo Jati 3 Jam dan Damri 1 Jam. 4 Jam Dari Bandara Internasional Cengkareng, Indonesia.

Bersambun—

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *