Apakah Kita Akan Beriman Kepada Dajjal Al Masih?

Apakah Kita Akan Beriman Kepada Dajjal Al Masih? Iman dan Kekuatan Rohani Kita Sudah Sanggup Menghadapi Fitnah-Fitnah Tuhan Duniawi Seperti Dajjal AL Masih. Fitnah dan Ujian Dajjal merupakan fitnah yang paling besar sejak Allah menciptakan Adam sampai hari kiamat, karena Allah menciptakannya dengan memiliki kemampuan yang luar biasa yang tidak bisa dicerna oleh akal manusia. Dengan kemampuan yang dimilikinya itu ia mengaku dirinya sebagai tuhan. Ia memiliki surga dan neraka, tetapi neraka miliknya adalah surga, sedangkan surga miliknya adalah neraka.

Ia dapat memerintahkan langit agar menurunkan hujan dan memerintahkan bumi agar menumbuhkan tanaman. Ia mampu menempuh perjalanan di bumi dengan sangat cepat seperti hujan yang diterpa angin, menghidupkan yang mati dan lainnya sebagai fitnah bagi kaum muslimin.

Temptation Godaan Iman Kepada Dajjal Al Masih Anti Kristus
Temptation Godaan Iman Kepada Dajjal Al Masih Anti Kristus

Dajal (bahasa Arab: الدّجّال ad-Dajjāl) adalah seorang tokoh dalam eskatologi Islam yang akan muncul menjelang kiamat. Dajal dikatakan kafir dan jahat, pembawa fitnah (ujian) terbesar dan tidak ada ujian yang terbesar selain itu. Kemudian para nabi sebelum Nabi Muhammad telah pula menjelaskan tentang Dajal kepada umatnya, hanya tidak sedetail penjelasan Muhammad, seperti Dajal adalah seorang yang pecak (buta) disalah satu matanya.

Ada riwayat Muslim yang diterima dari Fatimah binti Qais mengatakan: “Saya telah mendengar muazzin Rasulullah s.a.w memanggil untuk solat. Saya pun pergi ke masjid dan solat bersama Rasulullah s.a.w. Selesai solat, Rasulullah s.a.w naik ke atas mimbar. Nampak semacam bergurau Baginda tertawa dan berkata: “Jangan ada yang bergerak. Hendaklah semua duduk di atas sajadahnya.” Kemudian berkata: “Tahukah kamu mengapa aku memerintahkan kamu jangan ada yang pulang?” Kami menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.”

Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Demi Allah aku me-nyuruh kamu berkumpul di sini bukan ingin menakut-nakuti dan bukan memberi khabar gembira. Aku ingin menceritakan kepada kamu bahawa Tamim Al-Dariy adalah seorang Nasrani, kemudian dia datang menjumpai aku dan masuk Islam. Dia ada bercerita kepadaku tentang satu kisah tentang Dajjal. Kisah yang dia ceritakan itu sesuai dengan apa yang telah aku ceritakan kepada kamu sebelumnya.

Katanya dia bersama 30 orang kawannya pergi ke laut dengan menaiki kapal. Angin kencang datang bertiup dan ombak besar membawa mereka ke tengah-tengah samudera yang luas. Mereka tidak dapat menghalakan kapalnya ke pantai sehingga terpaksa berada di atas laut selama satu bulan. Akhirnya mereka terdampar di sebuah pulau menjelang terbenamnya matahari. Di pulau yang tidak ditempati orang itu mereka berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga tidak nampak mana jantina dan duburnya.

Mereka bertanya kepada binatang itu: “Makhluk apa engkau ini?” Binatang itu menjawab: “Saya adalah Al-Jassasah.” Mereka tanya: “Apa itu Al-Jassasah?” Binatang itu hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu. Mereka pun pergi ke tempat yang ditunjukkan oleh binatang itu.

Di sana mereka menjumpai seorang lelaki yang sangat besar dan tegap. Ertinya mereka tidak pernah melihat orang sebesar itu. Dari tangannya sampai ke tengkuknya dikuatkan dengan besi, begitu juga dari lututnya sampai ke telapak kakinya. Mereka bertanya: “Siapakah anda?” Orang seperti raksaksa itu menjawab: “Kamu telah mendengar cerita tentang aku. Sekarang aku pula ingin bertanya: “Siapa kamu ini?”

Mereka menjawab: “Kami adalah manusia berbangsa Arab. Kami pergi ke laut menaiki kapal, tiba-tiba datang ombak besar membawa kami ke tengah-tengah samudera luas dan kami berada di lautan selama satu bulan. Akhirnya kami terdampar di pulau yang tuan tempati ini.

“Pada mulanya kami berjumpa dengan binatang yang sangat tebal bulunya sehingga kami tidak dapat mengenali jantinanya. Kami tanya siapa dia katanya Al-Jassasah. Kami tanya apa maksudnya dia hanya menjawab: “Wahai kumpulan lelaki, pergilah kamu ke tempat ini untuk menjumpai lelaki macam ini, sesungguhnya dia pun ingin berjumpa dengan kamu.”

Itulah sebabnya kami datang ke tempat ini. Sekarang kami sudah berjumpa dengan tuan dan kami ingin tahu siapa tuan sebenarnya.” Makhluk yang sangat besar itu belum menjawab soalan mereka terus sahaja mengemukakan soalan: “Ceritakan kamu kepadaku keadaan kebun kurma yang di Bisan itu,” nama tempat di negeri Syam. Mereka menjawab: “Keadaan apanya yang tuan maksudkan?” Orang besar itu menjawab: “Maksudku apakah pokok kurma itu berbuah?” Setelah mereka menjawab bahawa pokok kurma itu berbuah, orang besar tadi berkata: “Aku takut pokok itu tidak berbuah.”

Orang besar itu bertanya lagi: “Ceritakan kepadaku tentang sungai Tabarah.” Mereka menjawab: “Tentang apanya yang tuan maksudkan?” Lelaki itu menjawab: “Maksudku airnya apakah masih ada.” Mereka menjawab: “Airnya tidak susut.” Lelaki itu berkata: “Air sungai itu disangsikan akan kering.”

Akhirnya lelaki seperti raksaksa itu berkata: “Kalau begitu ceritakan kepadaku tentang Nabi Al-Amin itu, apa yang dia buat?” Mereka menjawab: “Dia telah berhijrah dari Makkah ke Madinah.” Lelaki itu bertanya lagi: “Apakah dia diperangi oleh orang-orang Arab?” Mereka menjawab: “Ya, dia diperangi oleh orang-orang Arab.” Lelaki itu bertanya lagi: “Kalau begitu apa pula tindakan dia terhadap mereka?” Mereka ceritakan bahawa Rasulullah s.a.w telah mengembangkan dakwahnya dan sudah ramai pengikutnya.

Orang besar itu berkata lagi: “Memang begitulah, padahal mereka beruntung jika taat kepadanya.” Kata orang besar itu lagi: “Sekarang aku terangkan kepada kamu bahawa aku adalah Al-Masih Dajjal. Nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam masa empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikawal oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusinya.”

Kata Tamim Al-Dariy lagi, “Rasulullah s.a.w menekankan tongkatnya di atas mimbar sambil berkata: “Inilah negeri yang tidak dapat dimasukinya itu, iaitu Madinah. Saudara-saudara sekalian apakah sudah aku sampaikan cerita ini kepada kamu?” Mereka menjawab: “Ya, sudah ya Rasulullah.” Rasulullah s.a.w berkata lagi: “Sememangnya hadis Tamim itu lebih meyakinkan saya lagi. Ceritanya itu bersesuaian dengan apa yang telah aku sampaikan kepada kamu sebelumnya, iaitu tentang Makkah dan Madinah yang dikatakan tidak dapat dimasuki Dajjal. Cuma dia ada mengatakan di lautan Syam atau di laut Yaman. Tidak, bahkan ia dari arah timur. Ia dari arah timur,” kata Rasulullah s.a.w sambil menunjuk ke arah timur.

Rasulullah s.a.w telah menguatkan lagi bahawa Dajjal akan datang dari arah timur. Ada yang mengatakan bahawa Dajjal akan datang dari Khurasan atau Asfihan.

Apakah Kita Akan Beriman Kepada Dajjal Al Masih? Kekuatan Dajjal Al Masih Yang Bahkan Melampaui Tuhan Yang Ada di dunia Ini, Apakah Kita Mampu Menolak Godaan Untuk Tidak Beriman Kepada Dajjal. Buktinya Saja Seorang Yang Di Katakan Anak Tuhan Yang dapat Menghidupkan Orang Mati Menyembuhkan Orang Sakit Keras dengan Ijin TuhanNya saja sebagian besar Umat di Dunia ini Beriman KepadaNya dan MengAgungkan Beliau Sebagai Anak Tuhan atau Bahkan Tuhan Bagi Mereka.

Lalu Bagaimana Kita Tidak Dapat Menolak Godaan Dajjal Yang Memiliki Kekuatan Melebihi Anak Tuhan Yang Hidup Sebelum Kita, Dia Dapat Membuat Awan dan Menurunkan Hujan di Desa-Desa Yang Gersang. Beliau Juga dapat Menghidupkan Orang Tua Kita(Dalam Bayangan Fana Menyerupai Roh Kedua Orang Tua Kita). Dia Memberikan Surga dan Neraka Langsung dari Tangannya. Dia Juga Hidup Super Cepat dan Dapat Menembus Waktu dan jarak Seperti Film Lucy (dengan unsur Iluminati Yahudi) Lucy di anggap sebagai titisan dan jelmaan Dajjal Al Masih.

Apakah Kita Akan Beriman Kepada Dajjal Al Masih
Apakah Kita Akan Beriman Kepada Dajjal Al Masih

Apakah Kita Akan Beriman Kepada Dajjal Al Masih? Kita Yang Masih Memiliki Iman Sebiji Jagung Bagaimana Mungkin Tidak Tertarik untuk menyembah Beliau Sang maha Mata Satu. Walaupun Demikian Kita Sebagai Umat Islam Telah di Beri Petunjuk Agar Tidak Beriman Kepada Dajjal Al Masih. Adapun untuk menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal adalah menetapi kesabaran . Membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al – Kahfi , yaitu :

Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hambanya Al – kitab ( Al – Qur’an ) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya . Sebagai bimbingan yang lurus , untuk memperingatkan akan siksaan yang sangat pedih dari sisi Allah dan memberi berita gembira kepada orang – orang yang beriman , yang mengerjakan amal saleh , bahwa meraka akan mendapat pembalasan yang baik . Mereka kekal di dalamnya untuk selama – lamanya . Dan untuk memperingatkan kepada orang – orang yang berkata ” Allah mengambil seorang anak ” . Mereka sekali – kali tidak memiliki pengetahuan tentang hal itu , begitu pula nenek moyang mereka . Alangkah jeleknya kata – kata yang keluar dari mulut mereka , mereka tidak mengatakan ( sesuatu ) kecuali dusta . Maka barangkali kamu akan membunuh dirimu karena bersedih hati sesudah mereka berpaling , jika mereka tidak beriman kepada keterangan ini ( Al – Qur’an ) . Sesungguhnya Kami menciptakan segala yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya , agar kami menguji mereka siapakah diantara mereka yang terbaik perbuatannya . Dan sesungguhnya Kami benar – benar akan mejadikan ( pula0 apa yang di atasnya menjadi tanah rata lagi tandus . Atau kamu mengira bahwa orang – orang yang mendiami gua dan ( yang memiliki ) raqim itu , mereka termasuk tanda – tanda kekuasaan Kami yang mengherankan ? . ( ingatlah ) tatkala pemuda – pemuda itu mencari tempat berlindung dalam gua lalu mereka berdoa : ” Ya Tuhan kami berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami ( ini ) ” . ( Al – Qur’an Surat al – Kahfi : 1 – 10 ) .

Anjuran untuk membaca sepuluh ayat pertama dari surat Al – Kahfi adalah anjuran dari Rasulullah SAW , sebagai benteng untuk diri agar tidak terganggu dan terkena fitnah Dajjal . Sebab pada saat itu sulit sekali bagi seseorang dapat menyelamatkan diri dari fitnah Dajjal . Ini menunjukkan begitu kuat dan hebatnya fitnah yang disebarkan oleh Dajjal . Salah satu cara untuk menyelamatkan diri adalah membaca sesering mungkin sepuluh ayat pertama dari surat Al – Kahfi . Sebagaimana yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW :

Barangsiapa di antara kamu yang ( hidup sampai ) menemukan Dajjal , harus dibaca awal surat Al – Kahfi …. ( H.R. Muslim ) .

Penting : Bahwasanya seluruh peristiwa yang menyalahi adat yang dilakukan oleh Dajjal itu bukan karena kekuatan dajjal , melainkan karena kekuasaan dan kehendak Allah untuk menguji kekuatan iman hamba Nya. Allah menciptakan Dajjal sebagai makhluk penggoda dan menyesatkan umat yang beriman . Jika hamba tadi benar – benar teguh imannya , dia tidak akan mudah goyah akidahnya meskipun dirinya disakiti , dianiaya , difitnah bahkan dibunuh . Dia tetap teguh memegang keimanannya dan ketaatannya kepada Allah ta’ala .

Segala kemampuan yang dimiliki oleh Dajjal itu bersifat Istidraj , bukan mukjizat atau bukan karamah . Sebab sudah jelas sekali kalau dajjal itu adalah Kafir yang menyesatkan , bukan nabi dan bukan orang yang saleh . Semua yang dilakukannya itu merupakan tipu muslihat belaka untuk menarik simpati orang lain agar mengikuti jejaknya yang sesat itu . Semoga Allah melindungi kita dari fitnah Dajjal .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *