Tiga Prinsip Teguh Etnis China Cirebon

Tiga Prinsip China

Meski Kami Telah Beragama Islam, Kami Tetap Mengamalkan Prinsip Tri Darma Dalam Kehidupan Sehari-Sehari. Bahwa ajaran Tri Dharma telah memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap setiap aspek kehidupan Etnis Cina. Pengaruh dalam diri juga dan prilaku ekonomi mereka. Suatu Hal Yang Positif Mengapa Tidak Kami Lakukan Selama Kita Tidak Melanggar Kewajiban Kami Yaitu Bertauhid Hanya Kepada Satu Tuhan.

Tiga Prinsip China
Tiga Prinsip China

 Secara umum mata pencaharian Etnis Cina Muslim adalah sebagai pedagang dan pengusaha.  Kami juga masih berpedoman pada ajaran Ngo Siang yang menekankan pada cerdas, dan waspada (tie) dan Pat Tik penekanan seseorang agar dapat dipercaya (sien), kedua ajaran tersebut memberikan pengaruh yang sangat besar bagi Etnis Cina Muslim yang berada di kawasan Cirebon dalam mengembangkan usahanya. Sifat dapat dipercaya membuat eksitensi mereka dalam bidang perdagangan selalu berkembang pesat.

Dalam mengembangkan usaha perdagangannya Etnis Cina berpegangan kepada tiga nilai yang dijadikan dasar atau pedoman Etnis Cina dalam menjalankan usahanya. Tiga nilai tersebut sebagai penentu prilaku bisnisnya yaitu :

  1. Hopeng yaitu cara untuk menjaga hubungan yang baik dalam relasi bisnis, bagi Etnis Cina, bisnislah hal yang seluruhnya rasional sehingga hubungan dengan relasi sangat penting karena sebagian besar perusahaan Cina dalam mengepalai suatu kongsi atau perseroan adalah menggalang kerjasama dengan sesama anggota keluarga. Hopeng merupakan salah satu untuk mengurangi dagang yang sering kali bersifat sangat spekulatif.
  2. Hongsui yaitu kepercayaan pada faktor-faktor alamiah yang menunjang nasib baik dan buruknya manusia. Hongsui merupakan penunjukan bidang-bidang wilayah yang sesuai dengan keberuntungan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam keberuntungan perdagangan. Prakteknya dari honsui pada dasarnya dalam sistem kultural mampu membuat perhitungan yang sangat hati-hati dalam perdagangan. Semua ramalan tentu saja boleh tidak dianggap rasional memang tidak pernah berakibat apa-apa terhadap usaha mereka. Namun ramalan itu penting untuk menambah kewaspadaan dalam menjalankan usaha dagang sehingga disinilah masyarakat Etnis Cina dituntut agar lebih berhasil menyiasati ramalan-ramalan dan berusaha memahami aturan-aturan yang terdapat didalamnya.
  3. Hokkie yaitu peruntungan nasib baik. Para pengusah Etnis Cina memegang suatu konsep pengelolaan resiko yang diatasi dengan melakukan suatu pengeloalaan. Nasib atau takdir melalui hongsui sehingga terlihat bahwa hokkie lebih merupakan sugesti semata karena dunia sangat menantang.

Di kawasan Gunung Sari yang merupakan gudang grosir berbagai macam kebutuhan keadaan tersebut tidak berubah sampai akhir Orde Baru. Etnis Cina dikawasan ini tidak menguraikan membangun rumah yang mewah mungkin karena pengaruh dari Hongsui dan Hokkie. Faktor-faktor Hopeng dapat dilihat dari usaha yang dijalankan mereka bertahan, turun temurun sehingga kuat dan sanggup bertahan sampai sekarang. Etnis Cina masih juga memegang tiga nilai tersebut dalam kehidupan baik itu dalam kehidupan pribadinya maupun bisnisnya.

Apabila harus membangun rumah, mereka masih mempertimbangkan dengan nilai Hongsui walaupun telah hidup dengan masyarakat beragama Islam yang tidak mengenal Hopeng, Honsui, dan Hokkie, akan tetapi Etnis Cina Muslim yang berada di kawasan Cirebon tetap memegang tiga nilai tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *