Bentuk Nasionalisme Memudarkan Semangat Keagamaan

Bentuk Nasionalisme Memudarkan Semangat Keagamaan

Bentuk Nasionalisme Memudarkan Semangat Keagamaan – Bulan Agustus Merupakan Bentuk Rasa Nasionalisme Yang Terbentuk dari adanya Hari Ulang Tahun Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tulisan Ini Berdasarkan Remark Artikel Saia Yang Berasal dari Blog Pribadi saia sendiri baiza.blogdetik.com.

Bentuk Nasionalisme Memudarkan Semangat Keagamaan
Bentuk Nasionalisme Memudarkan Semangat Keagamaan

Ketika Itu Saia Menulis?


Tahun ini merupakan tahun ketiga tahun 2011 saya menuntut ilmu di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Ilmu Politik. Puji Tuhan, selama kuliah disini tak ada hambatan berarti untuk masuk ke dunia Politik yang sedikit berbau Islam, toh saia memiliki dasar akidah agama yang kuat dalam keluarga. 

Awalnya saia tak mengerti politik, whats the mean!! karena saia lebih tertarik kepada salah satu jurusan lain di fakultas ushuluddin. Yakz akhirnya saia lebih berani mengambil resiko dan belajar lebih giat untuk memahami apa itu politik. selama 2 tahun yang saia rasakan kuliah di fisip uin jakarta ini, pikiran saia seolah-olah terbentuk menjadi liberal lebih bebas. Saia termasuk orang yang membenci adanya nasionalisme, buat apa sih nasionalisme, nasionalisme hanya akan menimbulkan berbagai macam persoalan kehidupan bersama. Apa itu nasionalisme sendiri yaitu paham yang di buat untuk mengagungkan bangsa sendiri sedikit berbeda dengan paham chauvinisme, Paham ini membuat kita lebih menguatkan pada kebangsaan saja.

Bahasa bukanlah hanya sekadar aset semata, tetapi sebagai pondasi suatu bangsa. Bahasa dipercaya sebagai salah satu pengikat yang dapat membangun kebersamaan dan nasionalisme suatu kelompok komunitas, selain elemen ras, dan agama.

Tidak seperti yang terjadi di beberapa negara maju, Bapak pendiri bangsa Indonesia tidak membangun bangsanya di atas elemen ras, mengingat keanekaragam suku. Beberapa negara maju membangun nasionalismenya dengan pendekatan ras, seperti politik apartheid yang menggambarkan dominasi ras kulit putih atas kulit hitam. Ada juga yang menggeser suku aborigin atau Indian.

Tapi Tahukah kamu siapa pencetus paham nasioanalisme? bangsa Israel melalui gerakan misionaris mossad, paham ini muncul seiring memudarnya khilafah islamiyah, paham ini membuat ummat islam terpecah, islam seakan-akan terkotak-kotak antara satu dengan yang lain, inilah siasat kaum yahudi untuk mempecah belah umat islam. Contohnya umat islam indonesia dan umat islam malaysia harusnya bersaudara, tapi mengapa menjadi bermusuhan karena kita umat islam terbentur dogma nasionalis yang harus mementingkan negara daripada agama.

Coba tidak ada paham nasionalisme, umat islam di seluruh dunia yang mayoritas penduduknya beragama muslim, tentu tidak akan menunjukkan identitas kebangsaannya, akan tetapi akan menunjukan identitas keislamannya, jadi pasport atau visa tidak berlaku lagi di negara muslim berkat adanya kepemimpinan khilafah islamiyah. Merindukan masyarakat yang lebih membela agama dari kepentingan apapun, karena di mata Tuhan yang di terima adalah Amal dan Taqwa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *