Maksud Tersembunyi Yahudi dalam Imunisasi dan Keluarga Berencana

Tidak Keluarga Berencana, Israel Negara Menjadi Negara dengan Populasi Yang Sangat Besar

Maksud Tersembunyi Yahudi dalam Imunisasi dan Keluarga Berencana (KB)  Bahasan Menarik Mengenai Program Keluarga Berencana . Keluarga Berencana selama ini dijadikan market Presiden Kedua Republik Indonesia, Soeharto, demi perataan antara populasi penduduk dengan cadangan keuangan Negara. Rupanya menurut The Smilling General, banyaknya anak adalah biang keladi bangsa besar ini menjadi miskin.

Tidak Keluarga Berencana, Israel Negara Menjadi Negara dengan Populasi Yang Sangat Besar
Tidak Keluarga Berencana, Israel Negara Menjadi Negara dengan Populasi Yang Sangat Besar

Maka tahun 1970-an ia meneken Keputusan Presiden Nomor 8 Tahun 1970 tentang pembentukan badan untuk mengelola program KB yang telah dicanangkan sebagai program nasional. Tapi Sebelum itu Kita Simak Dulu Tentang Rencana Yahudi dalam Program Imunisasi di Indonesia.


Imunisasi merupakan cara terbaik untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit. Anda mendengar hal ini dari dokter, media massa, brosur di klinik, atau teman-teman Anda. Tetapi, apakah Anda pernah berpikir ulang tentang tujuan imunisasi? Pernahkah anda meniliti lebih lanjut terhadap isu-isu dan cerita mengenai sisi lain imunisasi (yang tidak pernah diinformasikan oleh dokter)?

Serangkaian imunisasi yang terus digiatkan hingga saat ini oleh pihak-pihak terkait yang katanya demi menjaga kesehatan anak, patut dikritisi lagi baik dari segi kesehatan maupun syariat. Teori pemberian vaksin yang menyatakan bahwa “memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan kepada manusia akan menghasilkan pelindung berupa anti bodi tertentu untuk menahan serangan penyakit yang lebih besar”. Benarkah?

Tiga Mitos Menyesatkan:

Vaksin begitu dipercaya sebagai pencegah penyakit. Hal ini tidak terlepas dari adanya 3 mitos yang sengaja disebarkan. Padahal, hal itu berlawanan dengan kenyataan.

1) Mitos: Effektif melindungi manusia dari penyakit.

Kenyataan: Banyak penelitian medis mencatat kegagalan vaksinasi. Campak, gabag, gondong, polio, terjadi juga di pemukiman penduduk yang telah diimunisasi. Sebagai contoh, pada tahun 1989, wabah campak terjadi di sekolah yang punya tingkat vaksinasi lebih besar dari 98%. WHO juga menemukan bahwa seseorang yang telah divaksin campak, punya kemungkinan 15 kali lebih besar untuk terserang penyakit tersebut daripada yang tidak divaksin.

2) Mitos: Imunisasi merupakan sebab utama penurunan jumlah penyakit.

Kebanyakan penurunan penyakit terjadi sebelum dikenalkan imunisasi secara masal. Salah satu buktinya, penyakit-penyakit infeksi yang mematikan di AS dan Inggris mengalami penurunan rata-rata sebesar 80%, itu terjadi sebelum ada vaksinasi. The British Association for the Advancement of Science menemukan bahwa penyakit anak-anak mengalami penurunan sebesar 90% antara 1850 dan 1940, dan hal itu terjadi jauh sebelum program imunisasi diwajibkan.

3) Mitos: Imunisasi benar-benar aman bagi anak-anak

Yang benar, imunisasi lebih besar bahayanya. Salah satu buktinya, pada tahun 1986, kongres AS membentuk The National Childhood Vaccine Injury Act, yang mengakui kenyataan bahwa vaksin dapat menyebabkan luka dan kematian.

Racun dan Najis? Tak Masuk Akal Apa saja racun yang terkandung dalam vaksin? Beberapa racun dan bahan berbahaya yang biasa digunakan seperti Merkuri, Formaldehid, Aluminium, Fosfat, Sodium, Neomioin, Fenol, Aseton, dan sebagainya. Sedangkan yang dari hewan biasanya darah kuda dan babi, nanah dari cacar sapi, jaringan otak kelinci, jaringan ginjal anjing, sel ginjal kera, embrio ayam, serum anak sapi, dan sebagainya. Sungguh, terdapat banyak persamaan antara praktik penyihir zaman dulu dengan pengobatan modern. Keduanya menggunakan organ tubuh manusia dan hewan, kotoran dan racun (informasi ini diambil dari British National Anti-Vaccination league)

Dr. William Hay menyatakan, “Tak masuk akal memikirkan bahwa Anda bisa menyuntikkan nanah ke dalam tubuh anak kecil dan dengan proses tertentu akan meningkatkan kesehatannya. Tubuh punya cara pertahanan tersendiri yang tergantung pada vitalitas saat itu. Jika dalam kondisi fit, tubuh akan mampu melawan semua infeksi, dan jika kondisinya sedang menurun, tidak akan mampu. Dan Anda tidak dapat mengubah kebugaran tubuh menjadi lebih baik dengan memasukkan racun apapun juga ke dalamnya.” ….. (Immunisation:The Reality behind the Myth)

Makhluk Mulia Vs Hewan Allah telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Manusia merupakan khalifah di bumi, sehingga merupakan ashraful makhluqaat (makhluk termulia). Mengingat keunggulan fisik, kecerdasan, dan jiwa secara hakiki, manusia mengungguli semua ciptaan Allah yang ada. Manusia merupakan makhluk unik yang dilengkapi sistem kekebalan alami yang berpotensi melawan semua mikroba, virus, serta bakteri asing dan berbahaya.

Jika manusia menjalani hidupnya sesuai petunjuk syariat yang berupa perintah dan larangan, kesehatannya akan tetap terjaga dari serangan virus, bakteri, dan kuman penyakit lainnya. Sedangkan orang-orang kafir, mengangap adanya kekurangan dalam diri manusia sebagai ciptaan Allah, sehingga berusaha sekuat tenaga memperkuat sistemn pertahanan tubuh melalui imunisasai yang tercampur najis dan penuh dengan bahaya.

Manusia merupakan makhluk yang punya banyak kelebihan. Terdapat perbedaan yang mencolok antara manusia dengan hewan tingkat rendah. Apa yang dapat diterapkan padanya tidak cocok bagi hewan, demikian juga sebaliknya. Namun, orang-orang atheis menyamakan hewan dengan manusia, sebab mereka menganut teori evolusi manusia melalui kera yang sangat “menggelikan”. Oleh karena itu, mereka percaya bahwa apa yang dimiliki hewan dapat secara aman dimasukkan ke dalam tubuh manusia. Jadi, sel-sel hewan, virus, bakteri, darah, dan nanah disuntikkan ke dalam tubuh manusia. Logika Syaitan ini adalah menjijikkan menurut Islam.

Imunisasi digembar-gemborkan sebagai suatu bentuk keajaiban pencegahan penyakit, padahal faktanya cara itu tidak lebih hanya sebagai proyek penghasil uang para dokter dan perusahaan farmasi. Dalam kenyataannya, imunisasi lebih banyak menyebabkan bahaya daripada kesehatan. Bahkan, mengacaukan proses-proses alami yang ada dalam ciptaan-Nya. Nah, dengan paparan singkat ini, orang tua mana yang merasa tidak takut untuk memberikan imunisasi pada anaknya?

Sudah Puas Membaca Pengaruh Imunisasi Tersebut, Ayo Kita Beralih Ke Program KB, Sebelumnya Kita Simak kata-kata Bill Gates berikut ini:


“First we´ve got population. Now, the world today has 6.8 billion people. That´s headed up to about nine billion. Now, if we do a really great job on new vaccines, health care, reproductive health services, we could lower that by, perhaps, 10 or 15 percent, but there we see an increase of about 1.3.”

Artinya kurang lebih begini :

“Pertama, kita dapatkan populasi. Saat ini dunia kita (bumi) memiliki (populasi) 6,8 milyar manusia. Kemudian (populasi) akan bertambah menjadi sembilan milyar manusia. Sekarang, jika kita bisa benar-benar berhasil untuk (membuat) vaksin-vaksin baru, pelayanan kesehatan, pelayanan KB; kita dapat menurunkannya menjadi, mungkin, 10 atau 15 persen, tapi sekarang kita melihat ada peningkatan 1,3 (persen).”


Apa yang dapat kita tangkap dari ucapan Mr. Gates?

Jadi dia berbicara tentang menurunkan populasi dunia sebanyak 0,9 milyar dengan menggalakkan vaksinasi, pelayanan kesehatan, dan program KB kepada banyak manusia.

Ucapan tersebut dilontarkan Bill Gates saat presentasinya yang berjudul “Innovating to Zero!” pada acara TED2010 di Long Beach, California. Dan banyak pendengarnya yang merasa bingung dengan ucapannya yang satu itu.

Bertanya-tanyakah anda tentang ucapan Bill Gates tersebut?

Ya, tentu saja. Sangat aneh bagi anda mungkin saat Bill Gates berbicara tentang menurunkan populasi dunia dengan cara menggalakkan vaksinasi, pelayanan kesehatan, dan program KB.

Apakah masuk akal bagi anda mengurangi penduduk dunia dengan cara-cara tersebut?

Bagi sebagian dari anda mungkin tidak percaya, tapi kenyataan harus dikabarkan. Proyek pengurangan penduduk dunia adalah agenda terselubung dari Zionisme Internasional demi mewujudkan cita-cita mereka menguasai dunia dan membentuk “New World Order” atau atau “Tatanan Dunia baru” dibawah penguasaan Zionisme Yahudi Internasional. Salah satu agenda pengurangan penduduk dunia mereka diantaranya adalah Program Codex Alimentarius.

Seperti sudah saya jelaskan pada artikel Bahaya Vaksinasi bahwa mereka menciptakan vaksin untuk membuat tubuh manusia kehilangan sifat imunitas alaminya sejak bayi. Sedangkan pelayanan kesehatan yang dimaksud Mr. Gates adalah penggunaan obat-obatan kimiawi buatan berbahaya dengan dosis yang rendah hingga terakumulasi dan meracuni tubuh manusia. Racun-racun tersebut dapat merusak berbagai organ tubuh kita dan menyebabkan penyakit-penyakit berbahaya yang sukar untuk disembuhkan.

Yahudi Merencanakan DEPOPULASI MANUSIA . Program tersebut adalah menghapus Umat manusia Dibumi ini untuk meredakan meledaknya populasi umat manusia dibumi dan umat islam di bumi kita tercinta ini. Para yahudi Sudah Merencanakan dengan matang Program-program yang direncanakan untuk Depopuasi Manusia . Contohnya saja Mereka membuat program wajib memiliki anak hanya 1 di negara china, namun itu semua gagal karena warga china yang menolak kewajiban itu, lalu di amerika serikat, lalu di brazil, afrika, dan sampai ke negara kita yaitu INDONESIA negara dengan UMAT ISLAM terbesar di dunia. di dalam Indonesia mereka membuat program keluarga berencana yaitu wajib setiap keluarga hanya memiliki 2 anak . dan telah di tetepkannya UU No.52 Th 2009 tentang perkembangan kependudukan dan Perkembangan Keluarga dan peraturan Presiden No.62 Th 2010, tentang Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), maka nomenklaktur BKKBN beruba dari Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional menjadi Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN).

Sejatinya, Indonesia hanyalah satu dari circle yang digulirkan Zionis untuk menekan laju penduduk bumi. Di China mereka menjalankan Program Kebijakan Satu Anak atau jìhuà shēngyù zhèngcè. Lain lagi dengan negeri samba, disana orang-orang menyebut KB dengan Planejamento Familiar. Di India dijalankan kebijakan National Population Policy. Negeri beruang merah Uni Sovyet ada program perencanaan kependudukan yang mereka namakan Kontrolya V Oblasti Planirovaniya Sem’i Naseleniya.

Lalu siapakah Tokoh Yahudi modern yang ‘berjasa’ atas ini semua?
Namanya memang tidak setenar Darwin, tapi gagasan Evolusionis tokoh Atheis itu merujuk padanya. Iya, dia pria itu bernama Thomas Robert Malthus (1766-1834). Thomas Malthus, sejatinya adalah seorang pakar demografi Inggris sekaligus ekonom politk yang paling terkenal karena pandangannya yang pesimistik namun sangat berpengaruh tentang pertambahan penduduk.

Bagi Malthus, pertumbuhan sumber daya manusia tidak simetris dengan potensi sumber daya alam. Dalam An Essay on the Principle of Population (Sebuah Esai tentang Prinsip mengenai Kependudukan), yang pertama kali diterbitkan pada 1798, Malthus membuat ramalan yang terkenal bahwa jumlah populasi akan mengalahkan pasokan makanan, yang menyebabkan berkurangnya jumlah makanan per orang. Pada titik inilah kekacauan akan terjadi. Dan apa yang diramalkan Darwin dengan nama Survival for the fittest akan menjadi keniscayaan.

Rupanya tesis Malthus juga tidak orisinal. Pandangan-pandangan Malthus umumnya dikembangkan sebagai reaksi terhadap pandangan-pandangan yang optimistik dari ayahnya dan rekan-rekannya, terutama J.J Rousseau. Ya tokoh pendidikan anak, yang justru membuang lima anak haramnya ke rumah sakit pungut itu.

Anehnya solusi yang ditawarkan Malthus untuk meredakan kemelut itu seakan menyelisihi Islam, yakni apa yang ia sebut sebagai preventive checks atau penundaan perkawinan. Ide Malthus itu kini dikampanyekan oleh salah satu lembaga KB di Indonesia dengan pemeran salah seorang artis ternama.

Pada gilirannya, ide Malthus yang masih sederhana dibuat menjadi praktis oleh kalangan Barat. Maka, muncullah kondom dari Maria Stopes (1880-1950). Alih-alih alat ini digunakan sebagai bagian dari kontrasepsi, namun pada gilirannya mereka justru mengkampanyekan seks bebas. Persis seperti penggiat HIV/AIDS era akhir zaman seperti sekarang. Bukan mengatasi akar masalahnya, namun hanya menambah masalah. Bahkan di Inggris pada tahun 2010, Maria Stopes Organization membuat sebuah layanan iklan untuk mengkampanyekan Aborsi.

“Penelitian menunjukkan bahwa 42% orang usia dewasa masih belum mengetahui kemana mereka harus pergi untuk menyelesaikan masalah ‘kehamilan yang tidak diinginkan’ ini, meskipun dari hasil penelitian mengungkapkan bahwa satu dari tiga wanita di Inggris telah melakukan aborsi satu kali seumur hidup mereka,’” ungkap Judy Douglas dari Maria Stopes kepada Sky News Online.
Iklan ini jelas memancing perdebatan karena ada sebagian pihak di Inggris yang tidak menyetujui mengenai penayangan iklan ini salah satunya adalah salah satu LSM anti aborsi seperti Pro Life.

Islam sebagai agama mulia sepanjang zaman telah mengatur persoalan ini. Bahwa banyaknya anak bukanlah petanda kemiskinan seperti yang digembar-gemborkan Malthus dan kronco Yahudinya di PBB.

Oleh karenanya, yang menjadikan sebagian manusia mengalami kemiskinan atau krisis pangan tidak lain adalah tangan-tangan tipu daya yang dimainkan kaum kapitalis, seperti terjadi di Somalia baru-baru ini.

Allah SWT berfirman,

”Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rizkinya.” (QS 11 : 6).

Maka itu tak heran Aa Gym pernah berkata, ”Kenapa kita takut akan rezeki Allah, gajah aja gak sekolah gemuk-gemuk. Plankton yang hidup didasar laut saja diberi rezeki, bagaimana dengan kita sebagai makhluk hidup yang mulia?”

Jadi buat apa wanita muslim takut memiliki banyak anak? Bukankah Rasulullah pernah bersabda, “Nikahilah perempuan yang penyayang dan dapat mempunyai anak banyak karena sesungguhnya aku akan berbangga dengan sebab banyaknya kamu dihadapan para Nabi nanti pada hari kiamat”

Ingat Palestina Melahirkan Banyak Anak Laki-Laki Sehat Yang dapat Menghafalkan Alquran, Maukah Kita Mengikuti Sunnah Yang di berikan oleh Nabi Akhir Zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *