Pohon Gharqad di Mata Israel

Pohon Gharqad di Mata Israel Jenis Lycium

Pohon Gharqad di Mata Umat Yahudi Israel, Pohon Gharqad sendiri ternyata memiliki nama ilmiah Pohon Boxthorn dalam bahasa Inggris. Sebenarnya sekitar 90 spesies terkait pohon ini. Jadi Jangan di Identikan dengan Satu Jenis Saja (Pohon Gharqad). Saia dapat memberitahu Anda, sebagai seorang pengamat Yahudi yang taat, yang saia belum pernah mendengar hal seperti ini dalam Taurat, Mishna, Gemara, Tehillim, dll. Ada lima spesies buah (dan pohon mereka) yang signifikan terhadap orang-orang Yahudi, terutama di Israel – anggur, buah ara, buah delima, buah zaitun, dan tanggal. Ada hukum-hukum tertentu pertanian dan lainnya yang berhubungan dengan mereka, dan buah-buahan pada pohon umumnya.

Pohon Gharqad di Mata Israel Jenis Lycium
Pohon Gharqad di Mata Israel Jenis Lycium

Dalam Sebuah Hadist Umat Islam Mengatakan


Tidak akan terjadi hari kiamat, hingga muslimin memerangi Yahudi. Orang-orang Islam membunuh Yahudi sampai Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon. Namun batu atau pohon berkata, “Wahai muslim, wahai hamba Allah, inilah Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuh saja. Kecuali pohon Gharqad (yang tidak demikian), karena termasuk pohon Yahudi.” (HR Muslim.


Apakah anda pernah mendengar kisah tentang bagaimana asal mula jagung jadi bertongkol? Atau pohon kacang yang tumbuh menjulang hingga ke kerajaan raksasa di atas awan? Atau kisah tiga bersaudara (labu, jagung, kacang) yang abadi dalam khasanah legenda suku asli Amerika? Beberapa tanaman maupun bunga memiliki tempat tersendiri dalam khasanah legenda atau kisah rakyat. Termasuk pohon Gharqad. Bagi yang belum tahu, Gharqad lebih dikenal dengan nama pohon Yahudi. Tanaman ini dipercaya mampu menyelamatkan mereka dari pandangan musuh.

Benar tidaknya klaim tersebut, sebetulnya masih ada celah untuk dipertanyakan. Seandainya situasi yang dihadapi masih di jaman lampau, di mana perangkat perang masih belum secanggih sekarang, sangat memungkinkan bahwa pohon itu bisa melindungi orang di baliknya. Pohon itu termasuk golongan semak rimbun berduri tajam, yang mudah sekali tumbuh, bahkan di lingkungan paling gersang sekalipun, serta sukar ditebas. Jenisnya lumayan banyak. Di internet, pohon itu biasanya diidentikkan dengan tanaman berduri yang disebut Boxthorn, atau dengan sejenis rumpun Acacia yang berduri besar dan runcing. Kalau sudah besar, pohonnya jadi rimbun sekali dan cukup rapat menghalangi pandangan.

Tetapi di masa kini, sepertinya klaim itu tidak lagi terlalu signifikan. Rudal, bom, roket, tentu bisa meluluhlantakkan semak tersebut, cukup dengan sekali gempur. Apalagi jika setiap orang tahu bahwa itu adalah tameng bagi Yahudi, tentu tidak perlu susah-susah mencari persembunyian mereka. Cukup arahkan saja senjata ke barisan pohon tersebut, sudah bisa dipastikan bakal panen korban. Jadi saya sedikit sangsi dengan keefektifan tumbuhan itu sebagai alat perlindungan.

Ada Berita Menarik Inggris, Hubungan Umat Yahudi tidak jelas apa semua ini ada hubungannya dengan pohon Boxthorn ini. Hubungan ini dalam bahasa Ibrani, yang berarti bahwa duri dan jerat (yang pohon ini ternyata dikenal) menyiksa orang fasik. Pada dasarnya, orang yang membuat buruk (jahat rohani) keputusan akan menghadapi kendala dan konsekuensi negatif, yang dilambangkan oleh duri dan jerat pohon ini, Boxthorn atau Gharqad dalam bahasa Arab.

Namun demikian, ada tiga cerita terkait dengan mitos tentang pohon Gharqad, yang bisa kita petik hikmahnya.

Cerita pertama adalah tamsil duri pohon Gharqad. Pohon itu melindungi dirinya sendiri dengan duri serta semak yang rapat, yang akan melukai siapapun yang berniat menghancurkannya. Kalau kita kembalikan pada posisi orang yang diserang, perumpamaannya sangat pas. Mereka yang terbiasa menghadapi mara bahaya, akan mengembangkan sistem pertahanan diri sendiri, yang bisa digunakan untuk balik melukai penyerangnya. Tidak bagus memang, karena melambangkan kekerasan yang dibalas dengan kekerasan. Namun itulah salah satu mekanisme survival.

Cerita kedua, adalah tamsil pohon Gharqad sebagai lambang pemimpin zalim yang kita beri ijin untuk memerintah. Dalam khasanah cerita rakyat Bani Israil, ada satu fabel yang menyertakan tumbuhan semak berduri, yakni fabel Jotham. Dikisahkan, ada tiga tumbuhan yang ditawari mahkota kerajaan, alias tampuk kekuasaan. Tiga pohon tersebut (zaitun, tin, dan anggur) semuanya menolak, karena menganggap kekuasaan tersebut tidak sejalan dengan prinsip mereka yang mengutamakan kebajikan. Sementara semak berduri, yang boleh dibilang tak memiliki manfaat apapun bagi makhluk hidup lain; setuju ketika ditawari. Maka jadilah semak tersebut memiliki kekuatan luar biasa, dan menindas pepohonan lain (ciri khas tanaman semak berduri, seperti jenis Acacia yang bisa merampas lahan tumbuh tanaman lain). Kisah ini menyiratkan pesan, bahwa jika orang baik menolak untuk memegang tanggung jawab atas sebuah negara atau masyarakat, maka orang jahatlah yang akan memanfaatkan peluang itu dan menghancurkan kebaikan. 

Cerita ketiga, ini kisah nyata, yang memberi pelajaran kepada kita untuk tidak selalu memahami sesuatu secara literal. Ini saya dapatkan dari blog ini. Kisahnya demikian: Eli Cohen, seorang mata-mata Israel yang menyusup ke Syiria tahun 1960-an, memanfaatkan pohon untuk mengecoh militer Syiria. Penyamarannya yang bagus membuatnya dipercaya oleh kalangan petinggi militer, dan memungkinkannya mengunjungi Dataran Tinggi Golan, wilayah strategis yang dimiliki militer Syiria. Saat itu adalah masa di mana Syiria terus menggempur pemukiman Israel (tahun 1948-1967).

Karena dipercaya, Eli Cohen dapat melihat di mana saja letak persenjataan Syiria yang dirahasiakan, tempat persembunyian prajurit, termasuk target-target serangan mereka ke Israel. Cohen menganjurkan agar tempat-tempat itu disamarkan dengan tanaman eucalyptus, dengan dalih agar musuh tidak mengira di situ letak persenjataan, dan juga bisa digunakan sebagai tempat berteduh dan persembunyian para tentara Syiria. Ide itu dituruti oleh pemerintah Syiria. Selanjutnya, Cohen mengirimkan berita rahasia kepada Israel agar menggempur dan mengebom setiap tempat yang ditanami pohon eucalyptus. Israel akhirnya mampu menguasai Dataran Tinggi Golan dalam waktu tidak lebih dari dua hari.

Dari Cerita-Cerita di Atas Lalu Mengapa pohon gharqad itu melindungi yahudi?


Benar bahwa semua benda itu ciptaan Allah. Dan seharusnya semuanya tunduk dan patuh kepada kehendak-Nya. Bukan hanya pohon, bahkan tanah, langit, bumi, serta semua isinya, tunduk kepada Allah, baik secara terpaksa maupun secara sukarela.

Sebenarnya jin kafir atau Iblis sekalipun, juga makhluk ciptaan Allah. Kalau Allah kehendaki, bisa saja Iblis tidak kafir. Kalau Allah kehendaki, bisa saja tidak ada skenario Iblis ingkar atas perintah Allah SWT untuk sujud kepada Adam alaihissalam.

Tapi yang kita tahu, semua itu adalah kehendak Allah SWT. Sehingga kita dapati Iblis melakukan tindakan kemungkaran yang dilarang, bahkan membangkang terhadap perintah Allah SWT. Kalau pakai logika anda, seharusnya Iblis tidak boleh membangkang, bukankah dia itu makhluk Allah?

Tetapi sekali lagi, kita beriman kepada Allah SWT dan juga kepada sifat-sifat-Nya. Dan salah satu sifat Allah SWT adalah berkehendak. Di antara kehendak-kehendak Allah itu, Allah SWT ternyata menghendaki Iblis membangkang. AKan tetapi bukan pada tempatnya untuk mempertanyakan Allah SWT atas setiap kehendaknya.

Dan itulah bedanya tuhan dan bukan tuhan. Tuhan itu berkehendak dan tidak perlu ditanya-tanyai latar belakang semua yang dikehendaki-Nya. Sebaliknya, hanya yang bukan tuhan saja yang bisa ditanya-tanyai kalau bertindak. Kalau kita melakukan dosa dan maksiat atau hal-hal lain yang tidak senonoh, maka kita akan ditanyai dan harus bertanggung-jawab, paling tidak nanti di akhirat.

Sedangkan tuhan, tidak perlu dan bukan dalam posisi untuk diinterogasi, mengapa melakukan ini dan mengapa melakukan itu. Sebab hakikat tuhan adalah absolut, mutlak, tidak perlu menjelaskan apa yang dikehendaki-Nya.

Kembali ke pohon Gharqad, tentu saja bukan kafir. Sebab istilah kafir itu hanya berlaku buat dua jenis makhluk saja, yaitu jin dan manusia. Selebihnya semua tunduk kepada apa yang Allah kehendaki.

Maka pohon Gharqad itu kalau kita lihat dari kacamata hakikat, justru sangat tunduk kepada Allah. Dalam arti dia tunduk kepada skenario dari Allah untuk menjadi pohon yang melindungi Yahudi di akhir zaman. Tetapi tidak perlu kita vonis sebagai pohon kafir.

Yang kafir itu hanyalah Yahudi, yaitu mereka ingkar dan membangkang dari ketentuan Allah SWT yang bersifat formal. Walhasil, Yahudi nanti akan masuk neraka, semuanya dan tidak keluar-keluar lagi dari sana selamanya. Kecuali Yahudi yang tobat dan sempat masuk Islam, maka mereka adalah saudara kita.

Demikianlah, akhirnya boleh dibilang, Israel memang diselamatkan oleh sejenis pohon. Karena Barang Siapa Yang Merusak dan Menghancurkan Pohon Ini Akan Menjadi Buah Simalakama atau Menjadi Boomerang Sendiri.

2 thoughts on “Pohon Gharqad di Mata Israel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *