Dari China Benteng, Peranakan Sampai China Menteng

Klenteng Talang Cirebon China Benteng, Peranakan, Sampai China Menteng

Cirebon Memang Salah Satu Kota Besar di Indonesia. Pada zaman dahulu sejak kira-kira setengah abad yang lalu masuknya seorang Tionghoa ke dalam agama Islam dipandang suatu hal yang sangat menarik perhatian dan jadi perbincangan dimana-mana. Di sebut sebagai saudara baru, meskipun dari masyarakat Tionghoa sendiri dipandang bahwa yang masuk agama Islam itu telah turun jadi “in lander” yaitu gelar yang rendah martabatnya yang selalu dialamatkan negeri sendiri. Demikian besar pengaruh perasaaan diri itu, apalagi karena sebutan sebagai mu’alaf yang diberikan kepada orang yang baru masuk Islam itu.

Klenteng Talang Cirebon China Benteng, Peranakan, Sampai China Menteng

Padahal kalimat mu’alaf tersebut dalam Al Qur’an sendiri mu’alaf adalah orang yang dirangkul hatinya dan disamakan derajatnya dengan orang Islam lainnya, tegak sama tinggi dan duduk sama rendah.

Sebenarnya orang-orang Belanda datang ke Indonesia mereka telah menjumpai adanya orang-orang Tionghoa yang beragama Islam. Pada selanjutnya istilah itu berkembang dan mengalami perubahan arti, tidak lagi bagi orang Tionghoa yang bergama Islam, tetapi orang singkeh yang baru datang dari negeri tiongkok yang sama halnya seperti lainya, sedangkan orang tinghoa yang beragama Islam disebut “peranakan” dan justru digunakan bagi orang Tionghoa yang lahir dari seorang ibu pribumi atau blasteran Tionghoa.

Saia Sendiri Termasuk Salah Satu China Benteng (China Peranakan), Benteng disini Berarti “Tanggul” Yah Rumahku terletak di belakang Sungai Cisanggarung Yang Terkenal karena Membelah Jawa Tengah dan Jawa Barat. Losari Kecamatan Yang Terbagi Dua Menjadi Kecamatan di Sebelah Timur Masuk Kota Brebes dan Sebelah Barat termasuk Kota Cirebon.

Kaum Tionghoa dinilai kalangan yang punya kemampuan finansial yang mumpuni. Di Cirebon bahkan juga di daerah lain, terutama dari sisi pelaku ekonomi, memang kebanyakan keturunan Tionghoa yang dinilai sukses. Memang tidak ada data konkret dan pasti mengenai seberapa banyak jumlah pelaku usaha yang berasal dari warga keturunan satu ini. Namun secara kasat mata posisinya mendominasi hampir disetiap jenis perdagangan.

Jika milirik jumlah penduduk Kota Cirebon yang kini berada pada angka 200-an ribu jiwa, sekitar 25 ribu jiwa berasal dari kalangan Tionghoa. Pekerjaan mereka juga beraneka ragam, mulai dari perdagangan atau istilahnya tauke (pengusaha keturunan Cina) sampai menjadi anggota Legislatif di kota udang. Ini membuktikan peran warga Tionghoa sangat besar dalam upaya percepatan pembangunan di Cirebon. Geliat kehidupan perekonomian menjadi lebih hidup dan berkembang dari tahun ke tahun.

Begitupun dari sisi sosial dan bermasyarakat, hampir tidak ada pemisah antara warga pribumi dengan warga keturunan Tionghoa. Mereka dapat hidup rukun, saling membantu satu sama lain. Ini dapat terwujud karena sebagian warga Tionghoa sudah menganggap jika Cirebon menjadi tanah kehidupan mereka, karena di Cirebonlah mereka dapat merambah rejeki dengan bidang pekerjaan masing-masing.

Hubungan perdagangan antara negeri Cina dan Indonesia sudah sejak lama berlangsung. Pedagang Cina datang ke kota pelabuhan di pantai utara Jawa untuk menukar lada dari Sumatera dengan sutera dan porselin dari Cina. Diantara pedagang-pedagang itu sudah banyak beragama Islam. Orang-orang tersebut kebanyakan dari propinsi Kuantung, Chang Chou, Chuan Choudan daerah Islam lainnya yang berada di Cina. Semula mereka tidak beristri, yang kemudain banyak dari mereka beristrikan wanita pribumi. Dari sini sudah dapat dilihat bahwa adanya asimilasi atau perkawinan campuran. Dari perkawinan campuran tersebut dapat dibedakan dalam banyak hal, orang-orang Tionghoa Muslim yang terdapat di daerah Jawa barat khususnya di daerah Cirebon telah banyak perubahan yang secara luas. Didalam kehidupannya telah menyerupai orang pribumi asli, yang telah lupa akan bahasa asalnya, dan bahkan dalam ciri fisiknya sering juga sudah menyerupai orang Indonesia asli.

2 thoughts on “Dari China Benteng, Peranakan Sampai China Menteng

  1. Maaf Kalo di Cirebon, Cina Benteng Sering Di Kaitkan dengan China Yang Tinggal di Pinggiran Sungai Cisanggarung…
    🙂
    terima kasih telah membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *